Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional di Rembang Kurang

Minggu, 5 Januari 2014 | 17:53 WIB
Hamzah Fatoni, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

Hamzah Fatoni, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sosialisasi tentang jaminan kesehatan nasional pada tingkat masyarakat di Kabupaten Rembang, masih kurang. Perbincangan di masyarakat masih terbatas pada pemegang kartu jamkesmas yang otomatis menjadi peserta jaminan kesehatan nasional yang dikelola BPJS Kesehatan.

Padahal, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk mendaftarkan diri sebagai anggota. Terhitung 1 Januari 2014, sebanyak 357.811 penerima jamkesmas di Kabupaten Rembang, otomatis menjadi anggota BPJS Kesehatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni mengakui, sosialisasi tentang JKN dan BPJS Kesehatan di tingkat masyarakat, masih kurang. Hamzah mengaku akan menjalin kemitraan dengan BPJS Kesehatan kabupaten, agar menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, melalui puskesmas dan unit pelayanan strategis lainnya.

Karyawan swasta bisa menjadi peserta atau anggota BPJS Kesehatan melalui perusahaan tempat kerja ketika mendaftar. Perusahaan kemudian mendaftarkan ke kantor Askes yang sekarang sudah berganti nama menjadi BPJS Kesehatan. Di Rembang, kantor cabangnya ada di bilangan Jalan Soedirman, depan SMP Negeri 3 Rembang.

Perusahaan membayar iuran kepesertaan sebesar yang sudah ditentukan Pemerintah ke bank yang ditunjuk BPJS Kesehatan, yaitu BRI, BNI, dan Mandiri. Setelah konfirmasi pembayaran, perusahaan akan mendapatkan kartu BPJS Kesehatan bagi karyawannya.

Sedangkan bagi pekerja bukan penerima upah, seperti wiraswasta, investor, petani, nelayan, pedagang keliling, dan lainnya, pendaftaran bisa dilakukan dengan langsung mendatangi kantor BPJS Kesehatan. Selanjutnya mengisi formulir dan menunjukkan salah satu kartu identitas, seperti KTP, SIM, dan KK. Hamzah menekankan, perusahaan di bidang pertambangan, perikanan, dan jasa konstruksi berbadan hukum, didorong untuk ikut serta dalam BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Ali Syofii menambahkan, kartu baru peserta JKN atau BPJS Kesehatan masih menggunakan kartu kepesertaan lama, misalnya kartu jamkesmas yang berwarna biru dan harus masih berlaku.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pembuatan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan sedang dalam proses, dan belum ada kabar petunjuk kapan selesai dan bisa dibagikan. Masyarakat juga bisa menghubungi call center di 500400 untuk informasi lebih jelas terkait BPJS Kesehatan. Bisa juga mengakses laman www.bpjs-kesehatan.go.id. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan