Jalur Alternatif Disiapkan Antisipasi Macet Karnaval Inbox

Jumat, 20 April 2018 | 18:49 WIB

Panggung Karnaval Inbox di Alun-alun Rembang, Jumat (20/4/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepolisian Resor Rembang menyatakan menyiapkan jalur alternatif guna mengantisipasi potensi kemacetan di Jalur Pantura setempat akibat pergelaran Karnaval Inbox SCTV di Alun-alun Rembang, Sabtu (21/4/2018) dan Ahad (22/4/2018) ini.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengatakan, macet berpotensi terjadi karena acara digelar di alun-alun. Parkir pengunjung rentan membeludak. Meskipun parkir akan ditata sehingga lebih masuk ke dalam, namun polisi tetap perlu menyiapkan jalur alternatif.

Jalur alternatif yang disiapkan adalah Pasar Pentungan ke selatan untuk dari arah Semarang dan Pertigaan So Klin ke selatan untuk yang dari arah Surabaya. Kapolres menegaskan, jalur alternatif akan dipakai setelah melihat kondisi arus lalu lintas di Jalur Pantura Rembang Kota.

“Jalur alternatif ini pilhan kedua. Kami berharap Pantura tidak sampai macet. Kita akan tata betul parkir untuk masuk agak ke dalam, biar tidak bikin macet,” katanya kepada mataairradio pada Jumat (20/4/2018).

Pungky menambahkan, sejak dini, pengunjung diminta mewaspadai kejahatan seperti pencopetan atau penjambretan. Pasukan berseragam dan tidak berseragam akan diterjunkan untuk pengamanan. Totalnya 180 orang. Pasukan ini tidak hanya dari Polres, tapi juga Polsek jajaran.

“Kalau total personel yang kita terjunkan 280 orang untuk peringatan Kartini. Khusus untuk Karnaval Inbox 180 orang. Dari Polres dan Polsek. Bertugas mulai Jumat malam ini sampai Minggu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Rembang merogoh kocek hingga Rp300 juta untuk mendatangkan Karnaval Inbox SCTV secara langsung di Alun-alun setempat. Acara digelar dua hari, Sabtu (21/4/2018) dan Ahad (22/4/2018). Akibat acara ini, sebagian PKL dialihkan sementara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan