Kondisi Jalan Rembang-Blora Makin Remuk

Jumat, 21 Februari 2014 | 17:48 WIB
Ruas Jalan Rembang-Blora di Desa Landoh.

Ruas Jalan Rembang-Blora di Desa Landoh.

BULU, MataAirRadio.net – Kondisi jalan pada ruas Rembang-Blora, terpantau semakin remuk. Jalan berlubang dijumpai merata setidaknya mulai kawasan Desa Landoh Kecamatan Sulang hingga perbatasan Rembang dengan Blora di wilayah Kecamatan Bulu.

Dari pantauan MataAir Radio pada Jumat (21/2) pagi, warga di beberapa titik, seperti Nyikaran-Kemadu Kecamatan Sulang, Desa Bulu, dan Kadiwono Kecamatan Bulu, tampak melakukan pengurukan lubang dengan material seadanya. Bahkan ada material tanah yang diurukkan.

Hampir semua pelalu lintas, baik pengendara sepeda motor maupun mobil dan truk, mengeluhkan remuknya kondisi jalan. Ironinya, sejauh ini belum ada tanda-tanda perbaikan, meski bersifat darurat.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso mengatakan, lubang di jalan tidak lagi dikeluhkan, tetapi sudah diresahkan oleh warga. Dia lantas mempertanyakan, komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperbaiki infrastruktur jalan di daerah.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono menyatakan sudah menghubungi pihak Dinas Bina Marga Jateng, untuk penanganan secara darurat.

Dia bahkan mengklaim, komitmen perbaikan dengan penambalan sudah dilakukan dalam dua hari belakangan. Dari pantauan radio ini, hanya penambalan dengan batu kecil yang dilakukan.

Suyono juga berterima kasih atas kepedulian warga yang secara mandiri melakukan penambalan lubang di jalan. Hanya saja, diingatkannya, agar penambalan jalan berlubang dengan material tanah liat, tidak dilakukan, karena justru berpotensi mencelakakan.

Dia mengakui, berdasarkan informasi sementara dari provinsi, perbaikan secara permanen belum akan dilakukan pada tahun ini. Menurut dia, perbaikan ruas Jalan Rembang-Blora perlu dilakukan dengan melapis hotmix ulang. Soalnya, kerusakan sudah sangat parah.

Henry, warga Kauman Blora yang ditemui melintasi ruas jalan Rembang-Blora mengaku direpotkan oleh kerusakan jalan. Pengemudi seperti dirinya kerap kali dibuat was-was, khawatir kendaraannya menjadi korban jalan berlubang.

Sebab, jika sampai ada onderdil yang rusak akibat digoncang jalan yang rusak dan bergelombang, cenderung repot memperbaiki. Mengingat, ketersediaan bengkel di sepanjang ruas jalan itu, berjauhan, bahkan terlibang langka. Dia berharap, Pemerintah tidak berpangku tangan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan