Jalan Kecamatan Berdebu, Kades Jadi Sasaran Protes

Sabtu, 4 Juli 2015 | 15:39 WIB
Jalanan berdebu di poros Kecamatan Sumber, tepatnya di wilayah Desa Grawan, Sabtu (4/7/2015). (Foto: Pujianto)

Jalanan berdebu di poros Kecamatan Sumber, tepatnya di wilayah Desa Grawan, Sabtu (4/7/2015). (Foto: Pujianto)

 
SUMBER, mataairradio.com – Gara-gara jalan poros kecamatan berdebu kian pekat, Kepala Desa Grawan Kecamatan Sumber jadi sasaran luapan protes warganya. 25 orang ibu rumah tangga yang tinggal di tepi jalan tersebut mendatangi kediaman kades agar mendesak Pemkab Rembang segera bertindak.

Menurut Kades Grawan Saji, Sabtu (4/7/2015) pagi, kedatangan warga itu tidak salah alamat. Bagaimana pun desa adalah kepanjangan tangan kabupaten. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali berharap agar Pemkab segera melakukan perbaikan. Dia mengakui jalan berdebu menjadi derita warganya.

“Kalau disiram saja tidak cukup. Kalu mau disiram, ya harus sering. Enaknya secepatnya saja diperbaiki. Kasihan warga kami, yang tinggal di tepi jalan. Pada mengeluh sampai mendatangi rumah kami,” katanya kepada mataairradio.

Wijayanti, salah satu warga yang tinggal di tepi jalan tersebut mengaku tidak terlalu mempersoalkan rumahnya tertutup debu. Tetapi yang dikhawatirkan adalah bahaya debu bagi kesehatan. Dia tak mau sengsara jika keluarganya sampai kena penyakit gangguan pernafasan akibat debu yang liar berterbangan.

Kini makanan dan minuman tercemari debu. Warga menjadi tidak betah di rumah. Dia bersama puluhan warga lain yang tinggal di tepi jalan berharap agar Pemkab membuka mata. Apalagi, selama ini Pemerintah sudah sering berjanji akan segera memperbaiki jalan, tetapi tak ada bukti.

“Rumah tertutup debu nggak masalah, tetapi nafas kami ini lho. Dua bulan begini terus, bisa kena paru-paru. Makanan dan minuman jadi kotor semua. Ini Pemerintah bagaimana kok nggak ada kasihan sama warga,” tegasnya.

Selain warga Grawan, masyarakat di Desa Megulung pun, mengeluhkan kondisi yang sama. Perbaikan darurat jalan dengan menguruk lubang pakai tras tak efektif, justru menimbulkan masalah baru berupa debu. Sekadar menegaskan, perbaikan itu tidak oleh Pemerintah, tetapi dari para petani tebu.

Para petani tebu yang hendak mengirimkan hasil panennya ke pabrik gula di Kudus dan Pati, tak ingin truknya celaka, jika terperosok jalan berlubang di ruas tersebut. Kondisi jalan berdebu sudah satu bulan ini. Tetapi Dinas Pekerjaan Umum Rembang belum ada tanda-tanda akan memperbaikinya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan