Jalan Kartini Segera Steril dari PKL

Kamis, 24 Mei 2018 | 15:29 WIB

Jalan Kartini, mulai dari Bundaran Pasar hingga Bundaran Adipura Rembang, akan segera steril dari pedagang kaki lima (PKL). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jalan Kartini, mulai dari Bundaran Pasar hingga Bundaran Adipura Rembang, akan segera steril dari pedagang kaki lima (PKL).

Bupati Rembang Abdul Hafidz memerintahkan kepada instansi terkait guna menertibkan mereka.

Dinas teknis, dalam hal ini Dinas Perindagkop dan UMKM, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Rembang, lalu rapat dan menindaklanjuti hasilnya dengan sosialisasi penertiban.

“Itu perintah Pak Bupati, terus ada rapat bersama Dinas Perindagkop, Dishub, dan Satpol PP. Intinya agar ada penertiban. Kita tindak lanjuti dengan sosialisasi.

Parkir yang dari Dishub itu sudah kita tertibkan,” ungkap Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Penegakan Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Heru Susilo.

Kini, PKL diimbaunya untuk mencari lokasi baru, sebelum ada kebijakan resmi penertiban dari Pemkab.

Heru menyatakan belum tahu, apakah penertiban akan dilakukan pada bulan ini, tiga bulan lagi, atau bahkan enam bulan ke depan.

“Intinya, biar PKL ada pandangan tempat baru. Tindakan tegasnya apakah minggu ini, bulan ini, atau tiga bulan, bahkan enam bulan, belum tahu,” terangnya, Kamis (24/5/2018) pagi.

Heru juga menyatakan, penertiban PKL di Jalan Kartini, menanti payung aturan. Saat ini, rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penataan PKL masih digodok di DPRD.

“Payung hukum kami untuk bertindak ya Perda. Perda Penataan PKL yang diusung Dinperindagkop itu masih dibahas di DPRD,” jelasnya.

Gambaran umumnya, PKL yang ditertibkan tidak hanya yang berjualan pada pagi atau siang hari, tetapi termasuk yang berdagang pada malam hari.

“Ya namanya PKL, yang pagi, siang, atau malam ya nggak boleh. Ditertibkan semua,” tandasnya.

Sementara ini, Heru menyebutkan, baru Jalan Kartini yang akan disterilkan dari pedagang kaki lima.

“Baru Jalan Kartini. Lainnya ya nunggu Perda itu,” tegasnya.

Tujuan penertiban, semata agar jalan protokol itu tampak bersih dan tertib. Apalagi yang ditempati PKL pada saat ini adalah trotoar yang menjadi ruang bagi pejalan kaki.

“PKL bisa mencari tempat lain. Sementara, PKL bisa menggunakan bilangan Jalan Wahidin atau Perempatan Jaeni ke barat,” imbuhnya.

Priyadi, seorang warga melalui unggahan status di akun facebooknya menyebutkan, sterilisasi Jalan Kartini dari PKL akan berlaku mulai bulan depan, dengan alasan mengotori tata kota.

Rabu (23/5/2018) malam, Satpol PP mendata jumlah PKL di sepanjang Jalan Kartini.

Priyadi menyoal respon cepat penertiban PKL Kartini, sedangkan keluhan mengenai truk besar lewat jalan tengah kota, diabaikan.

“Wong cilik golek pangan wae diganggu, truk gede-gede oleh lewat tengah kota,” keluhnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan