Jalan Beton Megulung dan Grawan Picu Kecelakaan

Friday, 28 March 2014 | 14:38 WIB

 

Jalan beton minim pembereman di bilangan Desa Megulung Kecamatan Sumber. (Foto Pujianto)

Jalan beton minim pembereman di bilangan Desa Megulung Kecamatan Sumber. (Foto Pujianto)

SUMBER, MataAirRadio.net – Proyek pembetonan jalan di ruas Sekarsari-Landoh, tepatnya di bilangan Desa Grawan dan Megulung Kecamatan Sumber memang sudah diselesaikan akhir 2013 lalu. Namun jalan beton itu, kini justru menimbulkan persoalan karena memicu kecelakaan.

Ketinggian jalan menjadi berbeda antara yang sudah dibeton dan yang masih beraspal. Selisihnya hingga 20 centimeter. Pembereman jalan beton sempat dilakukan, namun hanya dengan material seadanya. Jumat (28/3) pagi, bereman atau tambahan material untuk penghubung jalan beraspal ke beton, sudah berangsur hilang akibat kikisan air hujan sepanjang tiga bulan terakhir.

Margono, warga Desa Megulung mengatakan, akibat hilangnya bereman, sejumlah pengguna jalan mengalami kecelakaan. Mereka kehilangan keseimbangan setelah melintasi jalan beton menuju ke jalan beraspal. Pemerintah diminta segera memperbaiki. Menurutnya, jangan sampai pelaksanaan proyek malah membuat susah warga. Dan di sisi lain, anggota DPRD juga minim pengawasan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Raharjo menyatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan di lapangan. Soal pembereman jalan beton, pihaknya akan menangani dengan anggaran rutin pemeliharaan jalan.

Menurutnya, tidak hanya jalan beton di ruas Grawan dan Megulung Kecamatan Sumber yang akan diperiksa. Akan tetapi, ruas jalan serupa di jalur Sulang-Gunem juga akan dilakukan pengecekan. Raharjo berjanji, perbaikan akan dilakukan segera mengingat kondisi cuaca sudah mulai kering.

Dia pun mengakui, hilangnya bereman bisa memicu kecelakaan akibat selisih antar-muka jalan yang cukup tinggi; mencapai 20 centimeter. DPU mengakui pula bahwa perbaikan jalan menjadi inti tanggungjawabnya, sehingga tidak akan diulur-ulur.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso mengaku baru saja mendapat informasi keluhan warga terkait jalan beton di Grawan dan Megulung, dari awak media. Pihaknya mengaku belum sama sekali melakukan pengawasan secara langsung proyek tersebut, setelah diselesaikan akhir tahun lalu.

Namun Puji akan segera menemui pihak Dinas Pekerjaan Umum untuk mendesak perbaikan. Soal pengawasan, tidak semata tanggung jawab DPRD. Warga pun diharapkan aktif mengawasi proyek dari Pemerintah, agar tepat guna dan manfaat. (Pujianto)




One comment
  1. dorasembdo

    March 28, 2014 at 3:24 pm

    memang benar antara pejabat DPU jalan dan jembatan dengan kontraktornya, keduanya kerajingan semua. seolah sudah klop tumbu oleh tutup!!! MESTINYA MEREKA HARUS BERTANGGUNGJAWAB UNTUK HAL-HAL SEMACAM INI TIDAK TERJADI.. seperti ujung dan pangkal jalan yang habis dicor haruslah dibuat landai selandai mungkin supaya pengendara jalan tidak begitu terasa njegleknya. tapi ini tidak dilakukan sehingga pengedndara jhalan banyak terpelanting.. bukan hanya itu selama proses pengecoran mereka sama sekali tidak peduli dengan pengguna jalan. hingga hak pengguna jalan hilang sama sekali. mestinya mereka para kontraktor itu tetap menyisihkan jalan separo supaya pengguna jalan bisa lewat, jadi harus kiri kanan secara bergantian atau minimal para pengendara motor tetap bisa lewat dengan cara diratakan terlebih dahulu bahu jalan ditepinya. tapi ini tidak dilakukan. semua akses jalan ditutup total hingga pengguna jalan tidak bisa lewat, kalo toh sepeda motor bisa lewat harus membutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan tidak jarang mengancam keselamatan jiwa karena jalan tidak rata dan jika hujan licin!!! Apakah setelah mereka membangun, DPU dan kontraktor itu terus berhak menghilangkan hak-hak masyarakat untuk tetap bisa lewat menggunakan jalan?? ini tidak lagi membangun untuk melayani masyarakat tapi sudah mengambil semua hak-hak pelayanan masyarakat. Pembangunan oleh para tirani penguasa!!! mereka semua serakah!!! ingin untung sebesar-besarnya dengan tidak mgnhilangkan hak-hak publik berupa fasilitas pelayanan jalan alternatif.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan