Jaga Kesuburan, Petani Diingatkan Dosis Pemupukan Berimbang

Jumat, 29 Januari 2016 | 16:02 WIB
Petani melakukan pemupukan pada tanaman padinya. Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang menganjurkan dosis pemupukan berimbang untuk memelihara unsur hara pada tanah. (Foto: petroganik.com)

Petani melakukan pemupukan pada tanaman padinya. Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang menganjurkan dosis pemupukan berimbang untuk memelihara unsur hara pada tanah. (Foto: petroganik.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang kembali mengingatkan para petani agar tetap memperhatikan pemupukan berimbang.

Pasalnya pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan dapat merusak unsur hara pada tanah. Suratmin, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang mengatakan, petani tidak boleh awur-awuran dalam pemupukan tanaman.

“Kami anjurkan supaya petani menerapkan pemupukan berimbang, yaitu dengan berbagai jenis pupuk, namun tetap sesuai kebutuhan tanaman,” katanya.

Tanaman padi seluas satu hektare misalnya, dosis pemupukan berimbangnya adalah 500 kilo petroganik, 250 kilo urea, 100 kilo SP36, dan phonska 150 kilo.

“Pupuk organik mendominasi dosis pemupukan tanaman, agar keterlibatan bahan kimia dalam pemupukan tidak berlebihan,” terangnya.

Suratmin menegaskan, penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik tanah, sehingga tanah menjadi subur.

Sedangkan jika memakai pupuk urea secara over, pertumbuhan tanaman memang cepat dan rimbun, namun untuk hasil panen, kurang begitu bagus.

Menurutnya, penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan akan merusak sifat tanah karena pori-pori tanah tersumbat.

Akibatnya kesuburan tanah berkurang dan pada jangka panjangnya akan menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga panen tidak dapat tercapai secara maksimal.

Berdasarkan catatan pihak PT Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk bersubsidi non-urea di Rembang, penggunaan pupuk petroganik di tahun 2015 sudah lumayan banyak, yaitu sekitar 7.000 ton.

Alokasi pupuk organik pada tahun ini di Rembang sebesar 7.180 ton. Berdasarkan pantauan, sejumlah petani yang mengawali tanam dengan gogo rancah, segera memasuki fase pemupukan.

Sebagian petani di Kecamatan Sumber misalnya, terpantau mulai melakukan penebusan urea dan SP36.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan