Jadi Destinasi Wisata, Ganjar Tantang Warga Lasem

Monday, 8 February 2016 | 16:47 WIB
Gubernu Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Pj Bupati Rembang saat menghadiri perayaan tahun baru China atau imlek 2567 di Balai Kedamaian, Kompleks Kelenteng Poo An Bio Desa Karangturi Kecamatan Lasem, Minggu (7/2/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

Gubernu Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Pj Bupati Rembang saat menghadiri perayaan tahun baru China atau imlek 2567 di Balai Kedamaian, Kompleks Kelenteng Poo An Bio Desa Karangturi Kecamatan Lasem, Minggu (7/2/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan harapannya untuk menjadikan Lasem sebagai destinasi atau tempat tujuan wisata.

Ia pun langsung titip pesan kepada Bupati terpilih Rembang Abdul Hafidz untuk segera beraksi menata Lasem seusai dilantik.

Berbicara dalam acara perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di Balai Kedamaian Kelenteng Poo An Bio Desa Karangturi Kecamatan Lasem pada Minggu (7/2/2016) malam, Ganjar mengaku telah menyuarakan harapan tersebut di berbagai kesempatan termasuk saat gelar wicara (talkshow) di radio.

Menurutnya, Lasem memiliki faktor pendukung yang komplet untuk ditata mulai dari kawasan pechinan, pesantren, dan sejarah islam yang kental.

“Saya berharap Lasem kita bangun sebagai destinasi wisata. Saya titip ke Pak Hafidz segera mendesain penataan kawasan Lasem,” ujar Gubernur.

Abdul Hafidz yang turut hadir pada kesempatan itu membalas ucapan titip pesan Ganjar dengan anggukan kepala, tanda sepakat.

Namun harapan Gubernur untuk menjadikan Lasem sebagai destinasi wisata disertai tantangan kepada warga.

Ganjar menantang masyarakat di wilayah Kecamatan Lasem untuk menggiatkan bersih-bersih lingkungan, setidaknya dalam satu bulan ke depan.

Menurutnya, semangat memiliki lingkungan yang bersih menjadi salah satu ukuran keseriusan warga setempat untuk menjadikan Lasem sebagai tempat tujuan wisata.

“Setelah bersih, maka yang kedua perlu ada upaya mempercantik Lasem,” tandasnya.

Selain itu perlu juga menentukan ikon-ikon unggulan; apakah itu batik, kuliner, souvenir, atau sejarah dan budayanya.

Setelah kebersihan terwujud, kawasannya dipercantik, dan ikon unggulannya jelas, Gubernur berjanji mendukung infrastruktur penunjang wisata Kota Tua Lasem.

Salah seorang tokoh warga peranakan tionghoa di Lasem, Rudi Hartono menyatakan menerima tantangan Gubernur. Ia menginginkan agar Lasem menjadi kota yang terkenal di Nusantara.

Rudi pun setuju bahwa sejarah dan budaya serta keanekaragaman di Lasem merupakan modal dasar. Soal penataan, ia mengaku akan manut saja pada konsep yang sedang dibikin pemerintah.

Ditegaskannya, perayaan Tahun Baru Imlek 2567 yang bertema “Bersama Membangun Lasem”, menjadi komitmen dukungan warga keturunan tionghoa untuk mewujudkan Lasem sebagai destinasi wisata.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan