Izin Turun, Laga PSIR Versus PSIS Digelar Ahad

Kamis, 15 Maret 2018 | 17:37 WIB

Logo PSIR.

 

REMBANG, mataairradio.com – Laga uji coba jelang kick-off Liga 2 antara PSIR versus PSIS Semarang positif digelar di Stadion Krida Rembang pada Ahad 18 Maret mendatang. Kepastian ini setelah izin pertandingan dari pihak kepolisian dikantongi oleh pihak PSIR.

Sekretaris PSIR Budi Suharto mengatakan, izin pertandingan dikeluarkan oleh Satuan Intelkam Polres Rembang dengan Nomor SI/23/III/2018/Intelkam tertanggal 15 Maret 2018. Surat izin ini diberikan kepada PSIR melalui Wiwin Winarto selaku Presiden Klub.

Menurut Budi, laga uji coba nanti akan dikelola sebagaimana laga resmi. Manajemen klub menerapkan tiket masuk. Tribun utama dilabeli Rp50.000 per orang, sedangkan tribun rata-rata Rp25.000 per orang. Harga tiket ini sekaligus uji coba untuk laga resmi nanti.

“Harga tiket rata-rata di Rembang menjadi yang paling rendah dibandingkan dengan tim-tim lain sesama Liga 2, jadi coba kita naikkan. Nanti kalau dirasa terlalu tinggi, kita masih bisa evaluasi lagi,” katanya kepada mataairradio.

Manajemen klub memastikan, rumput di Stadion Krida memungkinkan untuk menggelar pertandingan. Hanya saja, ada beberapa bagian stadion yang perlu diperbaiki. Di antaranya bagian atap stadion yang bolong. Soal Panpel pertandingan, sejauh ini belum dibentuk.

“Panpel untuk laga uji coba nanti ya kita yang ada di manajemen ini. Kalau Panpel untuk PSIR di Liga 2 masih belum terbentuk,” tandasnya.

Laga uji coba menjamu PSIS Semarang menjadi yang kedua bagi PSIR untuk latih tanding dengan tim selevel. Sebelumnya, PSIR berlaga uji coba dengan Persik Kendal. Saat itu, PSIR sukses menang dengan skor tipis 1-0. PSIR disebut butuh dua kali lagi laga uji coba.
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan