Izin Prinsip SUTT Pabrik Semen Diteken Plt Bupati

Rabu, 28 Januari 2015 | 22:01 WIB
Ilustrasi SUTT. (Foto:Rif)

Ilustrasi SUTT. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Izin prinsip pembangunan transmisi saluran udara tegangan tinggi atau SUTT 150 KVA di wilayah Kecamatan Gunem dan Bulu diyakini diteken oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang.

“Kami sudah memberikan rekomendasi kepada Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) bahwa rencana pembangunan transmisi SUTT itu tidak menyalahi tata ruang,” ungkap Sekretaris Daerah Rembang Hamzah Fatoni.

Dia mengaku belum mengecek apakah izin prinsip rencana pembangunan SUTT untuk pabrik semen PT Semen Indonesia ini sudah terbit atau masih dalam proses.

“Namun Pak Plt Bupati berwenang kok menandatangani izin prinsip itu dan sedang memproses pengeluaran izin lingkungan,” tandasnya.

Asisten Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Jawa Bali 7 Jawa Tengah M Ismail Aji mengaku akan melanjutkan tahapan rencana pembangunan transmisi SUTT 150 KVA di wilayah Kecamatan Bulu dan Gunem karena sudah ada izin prinsip dari Bupati.

Namun memang, izin prinsip ini masih harus disertai izin lingkungan untuk mulai membangun.

“Izin lingkungan juga penting untuk mengurus izin pinjam pakai kawasan hutan, karena lokasi pembangunan transmisi SUTT memanfaatkan area milik Perhutani KPH Mantingan,” paparnya.

Soal kecemasan warga atas dampak radiasi terhadap kesehatan, Ismail menyebut kekhawatiran itu berlebihan karena selama ini belum ada buktinya.

“Di lingkungan Gardu Induk Rembang saja (sekitar BLH, red.), tidak merupakan daerah berbahaya yang harus dijauhi masyarakat karena dibangun sesuai standar (SNI),” tandasnya.

Sementara itu, soal pembangunan transmisi saluran udara tegangan tinggi yang berpotensi memotong pohon hutan di antara wilayah Pasucen hingga Desa Kadiwono, pihak PLN berjanji mengindarinya.

“Pemotongan pohon akan kami hindari dengan menambah 15 meter dari ketinggian normal tower,” ungkapnya.

Dengan demikian, pemotongan pohon tidak akan dilakukan penuh, tetapi cukup bagian dahan dan rantingnya. Jika pun ada yang sampai dipotong penuh, pihaknya siap menggantinya.

“Rencana dan pembangunan transmisi SUTT ditarget beres sebelum pabrik semen beroperasi 2016,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto

Editor: Pujianto

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan