Soal Isu Semen, Alissa Wahid: Temukan Dulu Prinsip!

Kamis, 26 Juni 2014 | 21:13 WIB
Alissa Wahid (tengah) saat berada di tenda warga di kawasan tapak pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Kamis (26/6) sore. (Foto:Pujianto)

Alissa Wahid (tengah) saat berada di tenda warga di kawasan tapak pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Kamis (26/6) sore. (Foto:Pujianto)

GUNEM, MataAirRadio.net – Putri mendiang Gus Dur, Alissa Wahid, Kamis (26/6) siang mengunjungi puluhan warga yang masih bertahan di tenda dekat tapak pabrik untuk menolak rencana pendirian pabrik semen milik PT Semen Indonesia. Alissa menyebut kedatangannya sebagai aksi solidaritas.

Kepada MataAir Radio, pemilik nama lengkap Alissa Qotrunnada Munawarah ini mengatakan, warga Rembang perlu solusi terbaik untuk isu semen. Menurutnya, saat ini yang paling penting adalah menemukan prinsip untuk solusi bagi warga dan bangsa.

Misalnya jika prinsip yang akan dipakai adalah kemaslahatan, maka perlu jelas dulu kemaslahatan siapa dan apakah ukuran kemaslahatan bagi bangsa sama dengan ukuran kemaslahatan yang dimiliki masyarakat di sekitar area ini.

Menurut putri sulung mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini, kesepakatan soal prinsip yang akan dipakai untuk mencari solusi memiliki arti penting, agar tidak terjadi saling rebut hak dan klaim antar-pihak. Baik yang pro maupun yang masih kontra terhadap pabrik semen.

Untuk mencapai kesepahaman prinsip, menurut Alissa, semua pemangku kepentingan harus duduk secara bersama. Warga, Negara, serta Pemerintah di tingkat lokal harus terlibat secara adil.

Menurut Alissa, jika misalnya penambangan liar yang bisa diatur lebih baik dianggap akan membawa maslahat atau kehadiran industri akan dirasakan membawa kemaslahatan bagi penduduk sekitar, maka harus ditunjukkan dulu pra-kondisi dan perkembangannya.

Dia menegaskan, yang paling penting adalah menemukan prinsip dasar yang hendak dipakai. Jika pun misalnya, menghindari kemudaratan yang akan lebih dipentingkan daripada keuntungan, maka semua pihak harus meletakkannya secara adil.

Mengenai aksi warga yang masih memilih bertahan meski Ramadan, Alissa berpendapat, kembali pulang untuk berpuasa bersama keluarga adalah jalan terbaik. Di rumah pun menurutnya, warga masih bisa mencari kesepakatan dan pihak yang terkait agar memperhatikan aspirasi mereka.

Alissa yang datang bersama Jaringan Gusdurian Indonesia ini menekankan, Negara dan Pemerintah perlu memperhatikan suara warga dan duduk bersama mencari solusi terbaik. Dia mengaku berkepentingan meneruskan semangat Gus Dur dalam mendampingi masyarakat di Pegunungan Kendeng. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan