Istri Mendiang Gus Dur Kunjungi Gus Mus Sampaikan Permohonan Ini

Kamis, 7 Desember 2017 | 16:57 WIB

Istri mendiang Gus Dur, Nyai Sinta Nuriyah saat berkunjung ke kediaman Kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) pada Kamis (7/12/2017) pukul 09.30 WIB. (Foto : Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Istri mendiang Gus Dur, Nyai Sinta Nuriyah berkunjung ke kediaman Kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) pada Kamis (7/12/2017) pukul 09.30 WIB.

Istri almarhum Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid ini datang dengan didampingi oleh salah seorang putrinya Alissa Wahid.

Gus Mus menyambutnya, sebelum kemudian melanjutkan pertemuan dengan perbincangan hangat di kediaman kompleks Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh Rembang.

Alissa mengatakan, silaturahim pagi itu antara lain karena semasa hidup antara Gus Dur dan Gus Mus merupakan karib.

Selain itu, ibunya menyampaikan secara langsung kepada Gus Mus agar berkenan memberikan tausiah pada acara peringatan sewindu wafatnya Gus Dur.

Menurut Alissa, acara sewindu haul Gus Dur akan digelar di Ciganjur pada 22 Desember mendatang.

“Tidak ada pesan secara khusus dari Gus Mus saat kita bertemu,” ungkapnya kepada wartawan mataairradio.com.

Topik acara pun, menurut Alissa, tidak ditentukannya, sehingga pasrah kepada Gus Mus.

Pertemuan selama lebih dari dua jam itu lebih banyak berisi perbincangan soal keluarga, bakti anak kepada orang tua, dan kenangan bersama Gus Dur.

“Gus Mus menyatakan siap untuk hadir memberikan tausiah pada acara sewindu haul Gus Dur,” kata Alissa.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Rembang kali ini, Nyai Sinta Nuriyah sempat memberikan semacam orientasi kepada para peserta pelatihan kepemimpinan nasional (PKN).

Kebetulan, PKN angkatan VI digelar di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan