Istilah “Lasem Tiongkok Kecil” Ditentang, Ini Tanggapan Gus Zaim

Kamis, 15 November 2018 | 19:18 WIB

Beberapa oknum yang sedang memasang spanduk bertuliskan, “Lasem Kota Santri, Bukan Tiongkok Kecil” di Perempatan Masjid Jami Lasem. (Foto: diambil dari laman akun facebook bernama “Sedang Dalam Proses”)

 

LASEM, mataairradio.com – Salah seorang tokoh agama Islam sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Kauman-Lasem KH Zaim Ahmad menanggapi terkait pemasangan spanduk, yang tulisannya berisi tentang penentangan istilah “Lasem Tiongkok Kecil”.

Spanduk itu, dikhawatirkan menimbulkan provokasi antarwarga di Lasem, yang multi etnik.

Sebelumnya, pada Ahad (21/10/2018) di Perempatan Masjid Jami Lasem, beberapa oknum menentang istilah “Lasem Tiongkok Kecil” dengan memasang spanduk.

Spanduk yang mengatasnamakan Masyarakat Santri Lasem itu bertuliskan, “Lasem Kota Santri, Bukan Tiongkok Kecil” dan dilengkapi dengan ucapan Selamat Hari Santri Nasional.

Menurut Gus Zaim, hal itu hanyalah dinamika dari masyarakat. Namun ia menyayangkan kalimat pada spanduk tersebut, karena ada kalimat “Bukan Tiongkok Kecil” yang mengindikasikan rasa “Baper” atau bawa perasaan.

Guz Zaim menilai, orang yang membuat spanduk tersebut kurang memiliki kepekaan rasa atau “Kurang Landep Roso”, mereka hanya membangun logika namun tidak diimbangi dengan rasa.

“Untuk memimpin umat tidak cukup hanya dengan menggunakan rasio atau akal, melainkan juga membutuhkan rasa” jelasnya kepada mataairradio.com, pada Kamis (15/11/2018) pagi.

Menurutnya, pemasangan spanduk bertuliskan “Lasem Kota Santri, Bukan Tiongkok Kecil” tidak akan sampai menimbulkan gesekan antarwarga yang multi etnik di Kecamatan Lasem.

“Saya kira tidak sampai kesana (menimbulkan gesekan antarwarga, red.).

Itu (Lasem Tiongkok Kecil, red.) kan sebenarnya hanya nama sebuah museum, yang isinya mengenai lanscap Kota Lasem. Lokasinya di Rumah Merah di Desa Karangturi-Lasem,” imbuhnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan