Instansi di Rembang Masih Pampang Foto SBY-Boediono

Wednesday, 22 October 2014 | 16:40 WIB
Foto SBY-Boediono yang terpampang di salah satu ruang di DPRD Rembang. (Foto: Pujianto)

Foto SBY-Boediono yang terpampang di salah satu ruang di DPRD Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gambar Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono masih terpampang di sejumlah kantor dan instansi Pemerintahan Kabupaten Rembang.

Padahal, Presiden dan Wakil Presiden Baru Republik Indonesia, yakni Joko Widodo dan Jusuf Kalla, sudah resmi dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), pada Senin (20/10/2014) kemarin.

Berdasarkan pantauan mataairradio.com, sejumlah kantor dan instansi yang masih memampang gambar atau foto SBY-Boediono adalah Kantor DPRD, di Polres Rembang, dan banyak sekolah di kabupaten ini.

“Ini masih menunggu dari Pusat. Kalau nanti kita memasang foto dan ternyata tidak sesuai dengan yang dari Pusat, kan lucu. Nunggu foto yang tepat, tidak pas kampanye dulu,” kata Sekretaris DPRD Rembang Achmad Mualif, Rabu (22/10/2014) siang.

Menurutnya, bukan anggaran yang menjadi penyebab, belum dipasangnya gambar Presiden dan Wakil Presiden Baru. Sebab, pihaknya sudah siap dengan kertas foto, tinta pencetak, dan figura.

“Intinya, alat, kertas, dan tintanya kita sudah ada. Tinggal menunggu foto resmi Presiden dan Wakil Presiden yang baru. Biasanya diunggah di laman resmi pihak istana. Yang kita pasangi nanti, ya di ruang-ruang yang dipakai untuk kegiatan resmi DPRD, termasuk ruang fraksi,” katanya.

Namun berbeda halnya dengan yang di Polres Rembang. Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan yang disinggung soal masih terpampangnya foto SBY-Boediono di Aula Mapolres, memilih tidak mau berkomentar.

“Kalau soal ini, saya nggak komentar sajalah,” ujarnya singkat sembari menyatakan akan segera menginstruksikan untuk segara mengganti.

Sementara untuk di sejumlah institusi sekolah, rata-rata masih menunggu datangnya pesanan. Nugroho, salah seorang penjual gambar Presiden dan Wakil Presiden Baru asal Tlogomojo Kecamatan Rembang mengaku sedang kebanjiran order dari setiap sekolah, terutama SD dan SMP.

“Sangat ramai Pak. (Harganya) Rp25.000 per pasang. Ukuran 12R plus figura. Pesanan belum digarap. Nunggu gambar resminya. Pesanan untuk SD, sekitar 8-10 pasang per sekolah, sedangkan yang SMP bisa sampai 20-an pasang, tergantung berapa ruangannya,” kata Nugroho.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan