Diklarifikasi Inspektorat, Warga Bonang Kukuh Pada Tuntutan Mundur Kades

Rabu, 4 Juni 2014 | 16:57 WIB
Inspektorat Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Inspektorat Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sebanyak enam orang warga Desa Bonang Kecamatan Lasem, Rabu (4/6) pagi memenuhi pemanggilan klarifikasi dari pihak Inspektorat Kabupaten Rembang. Setelah diklarifikasi selama empat jam sejak jam sepuluh pagi, warga tetap pada tuntutan, meminta Kades Bonang Syaiful Shodikin meletakkan jabatan.

Sulistyorini, salah satu tokoh warga Desa Bonang yang diklarifikasi Inspektorat menyebut pertemuan tertutup yang mengklarifikasi sembilan tuntutan dari pihaknya, cukup melelahkan. Dia mengaku telah menjelaskan secara gamblang apa yang ditanyakan Inspektorat.

Pihak Inspektorat juga mengecek kebenaran laporan warga, benar-benar dibuat warga atau tidak. Menurut Rini, Inspektorat mengklarifikasi sembilan dari 10 aduan yang diadukannya ke polisi. Namun Rini tidak menyebutkannya.

Sebelumnya, warga mengadukan Kades Bonang Syaiful Shodikin kepada polisi di antaranya terkait dugaan kepemilikan ijazah asli tetapi palsu dan pemalsuan tanda tangan Ketua BPD Bonang pada proposal dan LPj ADD, serta penyalahgunaan tanah aset desa guna kepentingan kades.

Sulistyorini juga mengatakan, setelah pemanggilan terhadap warga, Inspektorat akan mengklarifikasi saksi-saksi yang sempat disebut warga. Kemungkinan, mereka akan dipanggil pekan depan atau dalam waktu dekat.

Setelah memanggil para saksi untuk diklarifikasi, Inspektorat mengisyaratkan memanggil Kades Bonang. Meski diakuinya melelahkan, warga tetap menginginkan tindakan tegas terhadap Kades yang dianggap telah melukai kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, jika pihak Inspektorat telah bertindak dengan mengklarifikasi warga pengadu Kades Bonang, tetapi pihak Kepolisian Resor Rembang yang berjanji segera menindaklanjuti aduan warga, belum banyak bergerak.

Hingga Rabu (4/6) petang, aduan warga belum sampai berujung pada pemanggilan sejumlah orang yang dianggap tahu untuk mengungkap kebenaran aduan sebagian masyarakat Desa Bonang. Rini mengungkapkan, belum ada pergerakan dari pihak kepolisian. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan