Inovasi Genting Tahan Gempa, Kader IPPNU Pamotan Raih Medali Emas di Korea

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:48 WIB

Nurul Halwiyah, Sekretaris PAC IPPNU Kecamatan Pamotan. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Prestasi bergengsi ditorehkan oleh insan muda berasal dari Kabupaten Rembang.

Nurul Halwiyah, remaja yang merupakan Sekretaris Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pamotan meraih medali emas pada sebuah ajang di Korea.

Riset dan inovasi genting ramah lingkungan dan tahan gempa berbahan styrofoam dan jerami mengantarkan Nurul menjadi yang terbaik dalam Korea International Woman’s Invention Exposition 2019 pada 20-25 Juni 2019.

Ia mewakili kampusnya, Universitas Diponegoro Semarang. Saat mataairradio.com menghubunginya pada Rabu (26/6/2019) pagi, Nurul masih berada di Korea.

Remaja berasal dari Desa Pragen Kecamatan Pamotan ini mengaku baru akan kembali berada di Indonesia pada Jumat 28 Juni mendatang.

Meskipun demikian, Nurul sempat berbagi alasannya melakukan riset dan inovasi produk hasil karya ilmiah yang membawanya sebagai “the best”.

“Jadi riset dan inovasi yang kami lakukan sebenarnya berlatar belakang dari keprihatinan kami terhadap lingkungan akibat limbah sampah khususnya styrofoam,” ujarnya.

Menurutnya, limbah styrofoam merupakan limbah yang sampai kapan pun tidak bisa terurai atau terdekomposer.

“Sehingga untuk mengurangi dan memanfaatkan limbah tersebut muncul lah ide untuk diterapkan dalam bidang konstruksi untuk dijadikan bahan campuran pembuatan genting,” terangnya.

Pemilihan genting, katanya, lantaran tingkat kebutuhan yang dianggap cenderung banyak setiap tahun.

“Tetapi styrofoam ini harus diolah terlebih dahulu dengan komposisi tertentu. Berdasarkan jurnal, styrofoam dapat bersifat isolator sehingga mampu menahan panas,” jelasnya.

Genting styrofoam ini, dikombinasikannya dengan limbah jerami yang stoknya pun melimpah di Indonesia, namun belum dimanfaatkan optimal.

“Limbah jerami ini memiliki sifat sebagai kedap suara. Genting ini memiliki desain  yang unik yaitu terdapat lubang kecil di bagian ujungnya, sehingga mampu meringankan beban berat dari genting tersebut, sekaligus mampu menjadi isolator alami penyirkulasi udara,” urainya.

Dalam paparan yang bertopik “J-Tile: Sustainable Jerfoam (Straw and Styrofoam) Composite Roof Tile for Earthquake Solution”, Nurul meyakinkan produk hasil riset dan inovasinya itu ramah lingkungan dan aman terhadap gempa.

“Murah, mengurangi limbah styrofoam, ringan dan unik desainnya, tidak menimbulkan kebisingan, dan jadi alternatif solusi bahan bangunan tahan gempa,” pungkasnya.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan