Jelang Idul Adha, Petugas Temukan Hewan Tak Layak Kurban

Jumat, 3 Oktober 2014 | 18:48 WIB
Tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan serta Kantor Kementerian Agama Rembang menemukan adanya sejumlah hewan ternak yang tidak layak untuk kurban. (Foto:Pujianto)

Tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan serta Kantor Kementerian Agama Rembang menemukan adanya sejumlah hewan ternak yang tidak layak untuk kurban. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan serta Kantor Kementerian Agama Rembang menemukan adanya sejumlah hewan ternak yang tidak layak untuk kurban pada perayaan Idul Adha 1435 Hijriah.

Temuan ini terungkap pada saat pemantauan ke sejumlah tempat penampungan hewan kurban, salah satunya di Desa Ngotet Kecamatan Rembang, Jumat (3/10) siang. Ketidaklayakan ini karena hewan kurban mengidap penyakit dan cacat fisik.

“Kami lakukan pemeriksaan sebelum hewan kurban dipotong. Idealnya 24 jam sebelum pemotongan, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap setiap hewan kurban yang akan disembelih. Tapi berhubung wilayahnya banyak, kita hanya bisa cek ke penampungan (hewan kurban,” kata Idam Rahmadi, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang di sela-sela pemantauan.

Di Ngotet, pihaknya menemukan dua ekor kambing yang diare dan ekor yang buta. Menurutnya, terhadap hewan kurban yang sakit, harus disembuhkan dulu, sedangkan yang buta agar tidak disembelih.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan fisik maupun dari jarak jauh maupun dekat, kami temukan di sini (Ngotet, red.), ada tiga ekor kambing yang buta dan dua ekor yang mencret. Khusus penyakit (diare) ini bisa menular antarhewan, namun tidak ke manusia,” tegasnya.

Petugas dari Kantor Kemenag Rembang Tri Mulyani menyarankan, agar tidak menyembelih hewan ternak yang cacat dan sakit untuk kurban. Pihaknya pun menyarankan kepada mereka yang hendak berkurban agar memeriksakan kesehatan ternak yang akan disembelih.

“Mestinya dicek dulu pada saat membeli. Kalau cacat ya jangan dibeli, karena secara syariat, hewan yang cacat tidak boleh untuk dikurbankan,” ujar Tri Mulyani.

Seusai dari Ngotet, tim melanjutkan pemantauan ke sejumlah tempat penampungan hewan kurban yang lain. Ada lima orang dokter hewan yang melayani masyarakat di 14 kecamatan menjelang perayaan Idul Adha kali ini.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Agus Iwan Haswanto memperkirakan, jumlah ternak kambing/domba dan sapi yang dikurbankan oleh warga Rembang pada tahun ini, meningkat sekitar lima persen dari tahun lalu.

“Tingkat konsumsi masyarakat terhadap ternak untuk kurban, kami perkirakan naik sekitar lima persen. Tahun lalu, ada 600 ekor sapi dan 2.740 ekor kambing/domba yang dikurbankan,” katanya menyebutkan.

Populasi kambing di Rembang sampai Agustus kemarin, tercatat masih sekitar 250.000 ekor, sedangkan sapi sekitar 118.000 ekor. “Karena konsumsi kita perkirakan hanya memakan tak sampai satu persen dari populasi untuk sapi, atau tak lebih dari dua persen untuk kambing, maka stok hewan kurban di Rembang, sangat aman,” tandasnya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan