Ibu NM Anggap Anaknya Tak Bersalah

Senin, 6 Oktober 2014 | 14:15 WIB
Ilustrasi perampasan sepeda motor (Foto:halopolisi.com)

Ilustrasi perampasan sepeda motor (Foto:halopolisi.com)


REMBANG, mataairradio.com –
Ibunda NM, remaja yang ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam aksi perampasan sepeda motor milik Agung Septian warga Tengger Desa Pancur Kecamatan Pancur, menganggap anaknya tak sepenuhnya bersalah.

Dia menilai, anaknya tidak turut menodong dan merampas Honda Vario warna hitam bernomor polisi K 5018 HM. Menurutnya, penodongan dilakukan oleh dua rekan anaknya, warga Waru Kecamatan Rembang, yang kini masih diburu polisi.

“Kata anak saya, si Agung ini pernah kalah taruhan dua juta rupiah dalam sebuah balapan motor. Namun sudah bertahun-tahun, uang itu tak segera dikasih oleh Agung. Hingga akhirnya, anak saya dikabari oleh dua rekannya yang melihat Agung ada di Rembang,” kata ibunda NM kepada mataairradio.com.

Setelah Agung dan satu temannya dihentikan dan ditodong, dua pemuda dari Desa Waru itu segera menghubungi NM. NM pun segera ke lokasi, 50 meter di sebelah timur Perempatan Jaeni.

“Dari perbincangan di timur Jaeni itu, kata anak saya, dia dan Agung sepakat untuk membawa sementara Vario sembari menunggu tebusan uang taruhan yang belum dibayar. Agung dan temannya lalu diboncengkan masing-masing oleh dua teman anak saya,” lanjutnya.

Soal yang di Lapangan Jeruk, ibunda NM menolak itu disebut penyekapan terhadap Agung atau temannya. Sebab di lapangan itu hanya terjadi penyelesaian secara baik-baik. Setelah itu pun, baik Agung maupun rekannya, sempat “ngopi” bareng dan bermain “playstation” di Waru.

“Di warung kopi yang di Waru ini, malah sempat ada kesepakatan lagi kalau Agung akan menukar Vario dengan Mio di lain waktu. Setelah itu, oleh teman anak saya, anak Pancur dan Lasem ini diantarkan pulang ke Pasar Pentungan. Jadinya, anak saya saat itu ditinggal sendiri dan menunggui Vario itu,” urainya.

Namun sesaat kemudian, dua teman anaknya tidak kunjung pulang. Yang datang justru polisi yang kemudian menangkap dan membawa anaknya ke Markas Polres Rembang.

“Dua teman anak saya kabur dan yang datang malah polisi. Mungkin Agung yang lapor polisi, sehingga anak saya dibawa saya. Saya yakin anak saya tidak bersalah. NM sudah lulus madrasah kok,” tegasnya seraya menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan penangguhan penahanan terhadap NM.

Pembelaan ibunda NM belum terkonfirmasikan oleh pihak penyidik di Polres Rembang maupun pihak Agung atau Nauval. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal AKP Joko Santoso belum memberikan penjelasan. Diduga, Kasatreskrim sudah fokus ke calon tempat tugas barunya di Polda Jawa Tengah.

Sebelumnya diberitakan, seorang remaja dilaporkan ditangkap oleh polisi karena diduga terlibat aksi penodongan dan perampasan satu unit sepeda motor pada Jumat (3/10) malam.

Remaja berusia 18 tahun ini berinisial NM, warga Perumahan Sumber Mukti Desa Sumberjo Kecamatan Rembang. Ia bersama dua rekannya yang buron diduga merampas sepeda motor jenis Honda Vario warna hitam K 5018 HM milik Agung Septian, warga Tengger Desa Pancur Kecamatan Pancur.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan