Hafidz Minta Hukum Ditegakkan Terhadap Pelaku Cabul 

Senin, 27 Oktober 2014 | 16:28 WIB

 

Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta agar hukum ditegakkan terhadap pelaku tindak pencabulan terhadap perempuan, terutama anak. Penegakan hukum ini untuk memberikan efek jera kepada pelakunya.

“Kalau diselesaikan secara kekeluargaan, mestinya ini masih tanda tanya untuk pencegahan. Saya cenderung, tetap harus ditangani secara hukum agar ada efek jera,” kata Abdul Hafidz yang ditemui di sela acara aksi damai stop kekerasan terhadap perempuan dan anak di Stadion Krida, Senin (27/10/2014).

Mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak yang marak di Kabupaten Rembang akhir-akhir ini, Hafidz berjanji melakukan perbaikan regulasi dan lembaga yang menangani. Namun dia tidak menyebut perubahan regulasi seperti apa yang dimaksud.

“(Aksi damai stop kekerasan terhadap perempuan dan anak) Ini sebagai awal agar masyarakat tahu, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah tindak kejahatan. Itu melanggar aturan dan melanggar hak-hak kemanusiaan. Ini perlu diperangi bersama, jangan didiamkan,” tandasnya.

Pihaknya juga berjanji akan menggiatkan transformasi informasi mengenai “perang” terhadap kekerasan atas perempuan dan anak ke setiap kecamatan dan desa.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa memicu perpecahan. Tugas kita, adalah menjamin kenyamanan masyarakat. Kita akan tindaklanjuti aksi ini sampai ke tingkat desa,” tegasnya.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan yang juga ditemui di sela aksi damai pada pagi itu menyatakan telah menginstruksikan seluruh perwira di jajarannya untuk menjadi inspektur upacara untuk menyampaikan progam pencegahan kekerasan itu di setiap sekolah setiap bulan dua kali.

“Mulai hari ini seluruh perwira telah kami tugaskan untuk menjadi inspektur upacara khusus menyampaikan progam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Progam ini akan kami lakukan dua kali setiap bulan,” tandasnya.

Dia menegaskan bahwa sampai saat ini seluruh kasus telah ditangani sesuai ketentuan yang berlaku. Pihaknya pun memastikan, tak ada satu pun kasus yang mandek penanganannya.

“Seluruh kasus (kekerasan) telah kami tangani dan tidak ada yang mandek. Terkait pemberian sanksi dan hukuman tentu esuai dengan KUHP. Dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kami juga melakukan penanganan secara psikologis,” kata Kapolres menegaskan.

Ribuan orang dari berbagai daerah di wilayah Kabupaten Rembang menyemut di kawasan Stadion Krida Rembang, Senin (27/10/2014) pagi. Mereka tiba berbondong-bondong datang untuk terlibat dalam aksi damai stop kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diselenggarakan oleh Pemkab setempat.

Warga juga tampak berjalan santai mengelilingi Jalan Pemuda ke Jalan Slamet Riyadi hingga kembali lagi ke Jalan Pemuda dan berakhir kembali di Stadion Krida Rembang.

 

Penulis: Pujianto

Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan