Hujan Nyaris Matikan Tembakau Petani di Daerah Selatan Rembang

Selasa, 15 Juli 2014 | 15:25 WIB
Kondisi tembakau yang mengalami layu akibat gelontoran hujan pada Minggu (13 7) kemarin di Desa Sumbermulyo Kecamatan Bulu, Selasa (15/7) pagi. (Foto:Pujianto)

Kondisi tembakau yang mengalami layu akibat gelontoran hujan pada Minggu (13 7) kemarin di Desa Sumbermulyo Kecamatan Bulu, Selasa (15/7) pagi. (Foto:Pujianto)

BULU, MataAirRadio.net – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang turun pada hari Minggu (13/7) kemarin, bahkan hingga Senin (14/7) malam, nyaris mematikan tembakau petani di daerah selatan Kabupaten Rembang, khususnya di Kecamatan Bulu.

Pantauan MataAir Radio pada Selasa (15/7) pagi, tembakau petani di wilayah Mlatirejo, Sumbermulyo, dan Karangasem, tampak layu karena digelontor terlalu banyak air. Paling tidak ada belasan petak hamparan tembakau petani yang rusak akibat sempat tergenang air.

Ngadiman, petani tembakau di Desa Karangasem mengaku sudah langsung membuat aliran air, agar lahan tidak lama tergenang. Namun saat hari Minggu (13/7) itu, hujan turun sejak malam hari hingga hampir seharian. Dia tidak cukup yakin, tanaman tembakau yang layu akan pulih kembali.

Jambar, petani tembakau lainnya menambahkan bahwa dari informasi yang diterimanya, tembakau yang sudah kadung layu, akan sulit pulih seperti semula. Dia pun membenarkan, ada cukup banyak areal tembakau petani yang menjadi korban hujan.

Menurut dia, tembakau yang layu umumnya masih berusia muda atau belum sampai punggal pucuk. Di tiga desa tersebut, tembakau akan masuk punggal pucuk atau siap petik pada setelah Lebaran. Saat ini, aktivitas kebanyakan petani tembakau, tidak terlalu sibuk di lahan.

Di Desa Karangasem, jumlah petani pengembang tembakau lebih banyak daripada tahun lalu. Secara luasan pun bertambah. Namun Jambar tak tahu persis luasan tembakau di desanya tahun ini. Yang jelas, dia tetap mengembangkan seperempat hektare saja.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi mengonfirmasi layunya tembakau sebagian petani di kabupaten ini akibat hujan yang turun nyaris seharian pada hari Minggu (15/7) kemarin.

Dia menjelaskan, tanaman tembakau yang layu biasanya cenderung kerdil kendati langsung mendapat terik matahari. Namun memang, akan menjadi sulit pulih, jika layunya hampir keseluruhan daun. Menurutnya, curah hujan yang meningkat belakangan ini, di luar perkiraan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan