Hujan Deras, Delapan Desa di Kragan Terendam Banjir

Jumat, 8 Maret 2019 | 14:39 WIB

Sebuah Balai Desa di Kecamatan Kragan yang terendam banjir akibat hujan deras pada Kamis (7/3/2019). (Foto: Facebook BPBD Rembang)

 

 

KRAGAN, mataairradio.com – Guyuran hujan yang sangat deras pada Kamis (7/3/2019) malam mengakibatkan delapan desa di Kecamatan Kragan terendam banjir. Delapan desa tersebut meliputi Desa Sumurpule, Narukan, Woro, Sendang, Sendangwaru, Sudan, Terjan dan Desa Sumbergayam.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pramujo menyatakan saluran air yang berada di desa-desa tersebut tidak mampu menampung air hujan yang cukup banyak karena terjadi pendangkalan akibat tumpukan sampah. Akibatnya air meluap ke pemukiman warga, maupun kantor desa serta sekolahan.

“Masyarakat kita minta untuk tetap tenang dalam kejadian ini,” ungkapnya.

Pramujo menambahkan petugas BPBD sudah melakukan pendataan di lokasi bencana, sekaligus berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait. Salah satunya dengan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, untuk melakukan pengerukan saluran yang dangkal.

Terkait berapa total rumah yang terendam banjir, menurut Pramujo sampai saat ini masih dalam proses pendataan.

“Ini kebetulan banyak desa yang melaporkan terendam banjir. Yang terparah di Desa Sumurpule. Tapi banjir di Kecamatan Kragan sekira 2 jam sudah mulai surut kok. Pagi ini masyarakat melanjutkan bersih – bersih, “ imbuhnya.

Selain banjir merendam 8 desa, hujan deras di Kecamatan Kragan juga mengakibatkan tebing sungai longsor dan menggerus hampir separuh jalan di Desa Woro, Kecamatan Kragan. Pihak desa setempat mengupayakan penanganan darurat, agar jalan tetap bisa dilalui.

 

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Muhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan