Rembang Resmi Umumkan 201 Honorer Kategori II Lolos CPNS

Senin, 17 Februari 2014 | 16:52 WIB
Sekda Rembang Hamzah Fatoni mengumumkan secara resmi daftar hasil seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori II, Senin (17 2). (Foto citizen)

Sekda Rembang Hamzah Fatoni mengumumkan secara resmi daftar hasil seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori II, Senin (17 2). (Foto citizen)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang, Senin (17/2) pagi mengumumkan secara resmi hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari tenaga honorer kategori kedua. Ada 201 orang yang dinyatakan lolos seleksi CPNS dan mayoritas guru. Dengan demikian, ada 335 orang yang gagal menjadi CPNS di tahun ini.

Pengumuman seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori kedua secara resmi ini dilakukan, setelah Pemkab Rembang menerima pernyataan tertulis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pengumuman itu disaksikan oleh perwakilan dari unsur kepolisian, kejaksaan, dan dinas terkait.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni mengatakan, hasil pengumuman seleksi CPNS ini sama dengan yang dipampang di laman resmi kementerian pada 11 Februari lalu. Selanjutnya, hasil tertulis secara resmi dikirimkan dan bisa dilihat di masing-masing kantor kecamatan.

Hamzah juga mengatakan, pemberkasan bagi peserta seleksi yang lolos, akan diberitahukan kemudian melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing.

Sekda menegaskan, pemberkasan tidak dipungut biaya. Mereka yang lolos dilarang memberikan apapun kepada pihak SKPD dengan dalih syukuran. Sekda mengimbau, agar setiap mereka yang lolos tidak mengekpresikan diri secara berlebihan.

Sementara itu, kepada 335 tenaga honorer kategori kedua yang tidak lolos seleksi, diminta untuk bekerja seperti biasa dan jangan berkecil hati. Meski sempat tersiar kabar bahwa seleksi bagi honorer kategori kedua di tahun ini sekaligus yang terakhir, namun belum ada ketetapan resmi dari Pemerintah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang Suparmin menyebutkan 201 orang tenaga honorer kategori kedua yang lolos seleksi CPNS terdiri atas 119 orang guru, delapan orang tenaga kesehatan, dan 74 orang tenaga teknis.

Daftar hasil seleksi tersebut, menurut Suparmin sudah ditempelkan pula di Balai Kartini, Kantor BKD, Dinas Pendidikan, dan masing-masing kantor kecamatan. Tenaga honorer kategori II adalah tenaga yang penghasilannya tidak dibiayai dari APBN/APBD, namun diangkat oleh pejabat berwenang, bekerja di instansi pemerintah dengan masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005, serta usianya mencapai 19 tahun atau tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



3 comments
  1. gun

    Februari 17, 2014 at 9:36 pm

    ya beginilah kelakuan pengecut yang satu ini.. teman-teman sebayanya bilang si Hamzah ini mau enaknya sendiiri saja. pas pengumuman CPNS 2009 yang penuh dengan masalah karena PP 80 dan PP 100 dia menghilang tak mau membacakan hasil kelulusan. yang disruruh bawahannya yaitu si penurut yang demen jabatan si Bagyo dan anak buahnya. pas yang aman-aman saja seperti K2 ini karena para maling itu tak bisa beruktik banyak dia yang unjuk gigi paling depan mengumumkan. itulah bakat konseptor koruptor rembang!

    Reply
  2. genk ciu

    Februari 19, 2014 at 1:15 am

    pak hamzah @ metune ganjil po genap?? Cpns kok d undi d pilih nomer ganjil po genepe. Golek gampange y pakde?? Kwkwkw, luweh gmpang tur penak y dadu ae, g sah dadi sekda. Ngko ak tak melok kwe,wis ah bagian tuku rokok g popo. Hahaha,

    Reply
  3. Sakerah

    Februari 4, 2016 at 8:36 am

    K1, K2 kok enaknya diangkat PNS, mereka itu siapa? mereka itu semua adalah anak, cucu, menantu, keponakan dan kerabat – kerabatnya para PEJABAT. terus kapan orang umum bisa jadi PNS? kasihan deh nasib mereka. padahal PNS digaji dari uang RAKYAT. yang pengangkatannya harus dengan cara kompetisi dong.. Enak aja… Gimana Kawan – Kawan ? setujukan ?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan