Homestay Bermunculan Mengikuti Gairah Wisata Lasem

Thursday, 15 December 2016 | 22:46 WIB
Salah satu homestay atau rumah wisata di Desa Ngemplak Kecamatan Lasem. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Salah satu homestay atau rumah wisata di Desa Ngemplak Kecamatan Lasem. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Homestay atau rumah wisata bermunculan di wilayah Kecamatan Lasem. Kemunculannya mengikuti tren wisata di daerah itu, akhir-akhir ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang Suyono membenarkan pertumbuhan itu seiring peningkatan kunjungan pelancong di Lasem.

“Benar. Homestay bermunculan. Lasem makin diminati. Tetapi jumlahnya (homestay), kami belum menerima laporan secara terperinci,” ungkap dia kepada mataairradio.com, Kamis (15/12/2016).

Ia menilai, pertumbuhan homestay tersebut positif. Fungsinya menunjang eksistensi objek wisata, baik sejarah, pantai, maupun religi di wilayah Kecamatan Lasem.

“Jika mencontoh Nglanggeran, homestay dibuat sangat kental dengan nuansa desa. Ranjang tidur misalnya, sederhana. Wisatawan seolah larut dalam kegiatan warga desa,” ujarnya.

Menurut Suyono, keberadaan homestay tidak akan sampai membunuh usaha perhotelan yang sudah terlebih dahulu ada. Pasalnya, saat objek wisata kian ramai, hotel pun mengikuti.

“Tumbuhnya homestay nggak ngefek ke hotel. Sekarang saja hotel penuh. Saya kira, homestay prospektif. Di Nglanggeran (Gunung Kidul, DIY), sudah 27 tahun, homestay-nya,” katanya.

Namun, pihak dinas berpesan kepada warga penyedia homestay agar menjaga keramahan dan sopan santun kepada wisatawan. Demikian pula degan masyarakat sekitarnya.

“Kuncinya di masyarakat. Kembali, kalau kita contoh Nglanggeran, di sana ramah. Misalnya, warga pulang bawa makanan buat kambing saja, pas lihat wisatawan, langsung menyapa,” tuturnya.

Mengenai antisipasi penyalahgunaan homestay untuk perilaku menyimpang seperti mesum, pihaknya sudah mewanti-wanti warga agar tetap selektif, seperti memastikan status pasangan pengguna.

“Saya kira, warga sudah paham. Perempuan yang bukan istrinya, jelas nggak boleh masuk. Memastikan suami-istri gampang, pakai surat nikah,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan