Hilang Lima Hari, Kakek Pikun Ditemukan Tewas

Rabu, 22 Juli 2015 | 17:42 WIB
Temuan Mayat di area Perumahan Megah Asri wilayah Desa Mondoteko Kecamatan Rembang, Rabu (22/7 /2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Temuan Mayat di area Perumahan Megah Asri wilayah Desa Mondoteko Kecamatan Rembang, Rabu (22/7 /2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Seorang kakek pikun warga Desa Sumberjo Kecamatan Rembang yang hilang sejak Jumat 17 Juli lalu, akhirnya ditemukan tewas membusuk di area Perumahan Megah Asri, wilayah Desa Mondetoko kecamatan setempat, Rabu (22/7/2015) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Mayat pria bernama Sadji (70) ini, pertama kali ditemukan oleh Tardi (54), seorang warga yang hendak mencari rumput, tetapi mencium bau busuk. Mayat kakek tua itu dijumpai dalam keadaan terlentang, tetapi masih mengenakan celana kolor pendek dan kaos singlet warna putih.

Kaos kerah bergaris cokelat juga ditemukan di bawah bokongnya, diduga dipakai sebagai alas duduk sebelumnya. Saat akan dievakuasi polisi, ditemukan pula uang Rp60 ribu dari saku celana mayat.

“Pak Sadji ini hilang sejak Jumat (17/7/2015) pagi, persis di Hari Raya Idul Fitri. Waktu itu, dia ditinggal oleh anaknya untuk Shalat Idul Fitri. Pulang dari masjid, sudah nggak ada. Dugaan keluarga waktu itu, mungkin Pak Sadji ini ngopi,” kata Ruslan, tetangga depan rumah Sadji saat mengecek temuan mayat.

Temuan mayat Sadji yang kelahiran Blora itu sontak membikin gempar warga sekitar. Apalagi, ditemukannya di areal perumahan, sisi paling timur, dekat dengan Jalur Ketanggi-Galonan. Di dekat mayat, polisi juga menemukan sepeda angin warna oranye yang dikendarai oleh Sadji sebelum meninggal dunia.

Setelah melakukan olah TKP atau tempat kejadian perkara, polisi langsung membawa mayat Sadji ke kamar jenazah RSUD dr R Soetrasno Rembang. Dari visum luar yang dilakukan, polisi tidak menemukan tanda bekas kekerasan dari tubuh Sadji. Yang bersangkutan diduga meninggal karena sakit.

Petugas medis dari kepolisian memperkirakan, Sadji sudah meninggal kira-kira empat hari sebelum ditemukan. Salah satu dasarnya dari jenazah yang sudah membusuk parah dan berbelatung besar.

“Pak Sadji ini sudah pikun. Tapi sebelum ini, dia belum pernah menghilang dari rumah. Sehari-hari dia tinggal bersama anak bungsunya di Gang Belik,” kata Sudarmin, Kaur Kesra Desa Sumberjo di kamar jenazah RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Menurut keterangan yang dihimpun dari warga dan pihak desa, Sadji memiliki dua orang anak, yang semuanya perempuan. Tetapi anak sulungnya tinggal di Surakarta, sedangkan Sadji selama ini tinggal bersama dengan anak kedua dan menantu serta cucunya.

Pihak keluarga selanjutnya bersepakat untuk mengebumikan jenazah Sadji di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Krapyak Rembang. Polisi berharap kepada masyarakat agar meningkatkan pengawasan kepada anggota keluarganya yang sudah renta, apalagi pikun, untuk mengantisipasi insiden yang tak diinginkan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan