Hasil Rukyat, Hilal Tak Terlihat di Rembang

Friday, 27 June 2014 | 19:55 WIB
Ilustrasi (Foto:rukyatulhilal.org)

Ilustrasi (Foto:rukyatulhilal.org)

LASEM, MataAirRadio.net – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang menggelar rukyatulhilal di Pantai Binangun Kecamatan Lasem, Jumat (27/6) petang. Hasilnya, bulan tidak terlihat dan kemungkinan awal puasa Ramadan 1435 Hijriah jatuh pada Minggu (29/6).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Atho’illah Muslim mengungkapkan, berdasarkan pantauan hilal melalui teleskop, ketinggian hilal saat matahari terbenam pada pukul 17.32 WIB, berada di posisi 0 derajat delapan menit.

“Dari hasil itu, kami simpulkan, ketinggian hilal belum mencapai dua derajat. Itu menandakan bulan tidak terlihat dan awal puasa bukan di tanggal 28 (Juni 2014) besok, tetapi dimulai hari Minggu tanggal 29 (Juni 2014),” ungkap Atho’illah.

Namun, hasil rukyatulhilal di Kabupaten Rembang bukan menjadi keputusan mutlak penetapan awal puasa. Sebab, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenag Pusat melalui sidang isbat.

“Memang, Rembang bukan patokan untuk melihat bulan. Karena geografis wilayah ini tidak mendukung. Kita serahkan ke Kemenag pusat. Kami anjurkan menunggu hasil sidang isbat Pemerintah dan segera diumumkan,” katanya.

Atho’illah juga menjelaskan, tahun ini, rukyat penentuan bulan baru atau 1 Ramadan dilakukan di Pantai Binangun, tidak di Bukit Rakitan, seperti tahun sebelumnya.

“Alasannya ya karena tempatnya memang lebih strategis di sini (Binangun, red.). Selain itu jangkauan peralatan dan penempatannya juga lebih mudah dan sempurna di sini daripada di Rakitan,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil rukyatulhilal Lajnah Falakiyah PBNU, dengan pengamatan di 63 titik yang tersebar di 33 provinsi, juga tak menampakkan adanya hilal sebagai penanda bulan baru.

“Atas hal tersebut, Lajnah Falakiyah PBNU memutuskan 1 Ramadan 1435 H jatuh pada Ahad 29 Juni 2014,” demikian rilis yang diterima MataAir Radio dari Lajnah Falakiyah PBNU, Jumat (27/6) petang. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan