Harno Tak Lagi Berpikir Maju Lewat Perseorangan

Thursday, 5 March 2015 | 18:42 WIB
Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Rembang Harno. (Foto:Pujianto)

Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Rembang Harno. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Politisi yang telah berikrar mencalonkan diri sebagai Bupati Rembang Harno mengaku sudah tak lagi berpikir maju lewat jalur perseorangan pada Pilkada mendatang.

Harno menyatakan sudah sangat yakin bakal direstui secara resmi oleh Partai Demokrat, kendati sampai dengan Kamis (5/3/2015) ini, partai berlambang bintang mercy itu belum mengeluarkan keputusan final untuknya.

Bahkan politisi yang kini tinggal di bilangan Jalan Pemuda itu sedang menyaring nama calon pendamping.

“Kami malah sedang menyaring lima calon pendamping,” ujarnya kepada mataairradio.

Harno belum mau menyebutkan siapa saja kandidat pendampingnya. Dia bakal mengumumkannya pada saat yang tepat, namun waktu yang pas itu pun tak disebutkannya.

“Namanya jangan dulu. Nantilah. Bursa (kandidat) pendamping saya berasal dari PPP, PKB, Gerindra, dan Nasdem,” bebernya.

Mengenai kandidat dari PPP, secara tegas Harno menyatakan bukan lagi Majid Kamil yang seorang Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan.

“Nama lain dari PPP itu, jangan dulu lah. Ini masih dalam pendekatan,” kilahnya.

Soal kandidat dari PKB, dia tidak mengonfirmasi apakah yang dimaksud itu Mohammad Imron, atau Nasdem; Bahaud Duror, atau Gerindra: Sumartono.

“Jangan disebut melempar bola liar,” pintanya.

Sebelumnya, nama Imron memang dimunculkan oleh PKB sebagai bakal calon wakil bupati.

Demikian pula, Bahaud Duror yang muncul untuk posisi yang sama dari Partai Nasdem.

Namun soal nama Sumartono yang merupakan Ketua DPC Gerindra Rembang, belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan