Hari Santri, Ansor Bersihkan 7,1 Kilometer Pantai Rembang

Senin, 22 Oktober 2018 | 21:18 WIB

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang melakukan gerakan bersih pantai secara serentak di daerah setempat.
Gerakan itu guna memeringati Hari Santri Nasional 2018 yang jatuh pada Senin, 22 Oktober ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang melakukan gerakan bersih pantai secara serentak di daerah setempat.

Gerakan itu guna memeringati Hari Santri Nasional 2018 yang jatuh pada Senin, 22 Oktober ini.

Koordinator aksi Abdul Hakim menyebutkan, 1.026 orang terlibat dalam gerakan bersih pantai di Kabupaten Rembang.

“Selain sahabat Ansor dan Banser, masyarakat juga terlibat. Ada pula santri dan pelajar,” terangnya.

Mereka membersihkan 10 ruas pantai di sepanjang Pantura Rembang.

Di Kecamatan Sarang di Pantai Belitung, Kragan di Pantai Balongan, Sluke di Pantai Sendangmulyo, Lasem di Pantai Dasun, Rembang di Pantai Tasikagung, Pantai Nyamplung Tritunggal, dan Pantai Pasarbanggi, serta Kaliori di Pantai Wates Tasikharjo.

“1.026 orang terlibat dalam gerakan bersih pantai secara serentak ini, dengan panjang garis pantai yang dibersihkan 7,1 kilometer,” katanya.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Rembang Zaenal Arifin menambahkan, gerakan bersih pantai secara serentak merupakan instruksi dari Pimpinan Pusat GP Ansor melalui Satkornas Banser.

“Selain karena instruksi tersebut, gerakan ini sekaligus untuk memantaskan pantai sebagai halaman depan masyarakat Pantura Rembang,” ujarnya.

Sebelum melakukan gerakan bersih pantai, sebagian anggota GP Ansor dan Banser mengikuti apel Hari Santri Nasional 2018 di Alun-alun Rembang.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Rembang M Hanies Cholil Barro’ menimpali, gerakan bersih pantai ini merupakan dukungan terhadap kiprah santri di tengah masyarakat.

“Kader Ansor dan Banser adalah santri dari KH Hasyim Asy’ari (Pendiri Nahdlatul Ulama, red.). Santri perlu diberikan kesempatan untuk ikut serta membangun negeri,” ujarnya.

Ia menegaskan, kiprah santri dibutuhkan dalam menjaga bangsa ini dari ancaman radikalisme dan terorisme mengatasnamakan agama, serta membangun negeri dengan Islam yang rahmah.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan