Harga Turun Tipis, Pasar Daging Ayam Lesu

Jumat, 21 Agustus 2015 | 21:11 WIB
Pedagang daging ayam di sebuah pasar di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

Pedagang daging ayam di sebuah pasar di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga daging ayam di pasaran Kabupaten Rembang, Jumat (21/8/2015) pagi terpantau turun Rp2.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Tetapi para pedagang, justru menyebut pasar daging ayam masih lesu, ditandai dengan tingkat pembelian yang merosot dan belum terkerek.

Suparno, penjual daging ayam di Pasar Rembang mengaku hanya bisa menjual tidak lebih dari 100 kilogram per hari. Padahal sebelumnya bisa sampai 300 kilogram per harinya.

“Melesunya pasar juga belum direspon oleh pemasok dengan menurunkan harga. Kami yang akhirnya harus mengurangi stok yang dipasok,” katanya.

Dia menyebutkan, penurunan harga daging ayam menjadi Rp30.000 per kilo, belum berdampak terhadap tingkat pembelian.

“Belum ada dampaknya. Sebab, harga daging ayam ideal yang dikehendaki konsumen, berkisar antara Rp22.000-Rp24.000 per kilo,” terangnya.

Kisaran harga tersebut pernah terjadi ketika sebelum bulan Puasa silam. Saat itu, dia menyebut, hampir semua penjual daging ayam meraih untung besar.

“Harga daging ayam akan mendekati normal, setelah hari raya Idul Adha,” tandasnya.

Dwi Nurhayati, penjual daging ayam lainnya di pasar itu menambahkan, lesunya pasar diduga akibat daya beli masyarakat yang turun pasca-Lebaran dan musim awal masuk sekolah.

“Tidak hanya pasar daging ayam potong yang sepi, tetapi pasar komoditas lain pun turut lesu,” imbuhnya.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Agus Iwan Haswanto belum mengungkapkan rencananya, mengontrol pasokan daging ayam di kabupaten ini.

“Soal distribusi dan stok itu sudah menjadi ranah Dinas Perdagangan. Tetapi hasil pantauan kami, harga daging ayam kini Rp30 ribu per kilo,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan