Harga Rajungan Anjlok, Nelayan Kelimpungan

Sabtu, 6 Februari 2016 | 18:26 WIB
Hasil tangkapan rajungan oleh nelayan di wilayah Kabupaten Rembang sedang melimpah. Namun hal itu tidak diimbangi dengan harganya yang baik. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Hasil tangkapan rajungan oleh nelayan di wilayah Kabupaten Rembang sedang melimpah. Namun hal itu tidak diimbangi dengan harganya yang baik. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

SLUKE, mataairradio.com – Harga rajungan di tingkat pengepul di wilayah Kecamatan Sluke sedang anjlok, setidaknya dalam 10 hari terakhir.

Nelayan kelimpungan karena hasil dari menjual rajungan, tidak sebanding dengan besarnya ongkos yang telah dikeluarkan untuk membeli alat tangkap dan bahan bakar.

Rohmad, nelayan asal Dukuh Pendok Desa Manggar menyebutkan, harga rajungan kini Rp40 ribu per kilo atau turun Rp10 ribu per kilo dari harga sebelumnya yang Rp50 ribu.

“Modalnya saja kalau ditotal sudah Rp7,9 juta. Itu untuk membeli bubu atau alat tangkap rajungan,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Belum lagi, biaya untuk membeli umpan berupa ikan kecil yang busuk seharga Rp20 ribu per kilo dan biaya bahan bakar per harinya.

Menurutnya, penurunan harga rajungan sudah terjadi sejak 10 hari lalu. Rohmad mengaku makin kelimpungan karena 430 unit bubunya itu hilang dicuri orang.

Suyatno, nelayan lain asal Desa Trahan juga mengakui, anjloknya harga rajungan mengakibatkan kerugian bagi dirinya.

“Modal melaut sering tak bisa kembali karena hasil dari menjual tangkapan tidak sebanyak ongkos yang kami keluarkan,” terangnya.

Menurutnya, saat ini, hasil tangkapan rajungan lumayan banyak. Namun ukurannya terbilang kecil, sehingga pengepul menghargai murah.

Ia pun beranggapan, anjloknya harga karena permainan pengepul yang ingin mendapatkan rajungan dengan harga murah untuk dipasok ke pabrik.

Dari penelusuran reporter mataairradio Sabtu (6/2/2016) pagi, harga rajungan di beberapa pasar tradisional tidak turun, tetapi cenderung stabil.

Di Pasar Sluke dan Lasem harga rajungan masih berkisar antara Rp45-50 ribu per kilo. Hanya memang tergantung ukuran rajungan.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Rembang, harga rajungan justru hanya berkisar antara Rp30-35 ribu per kilo.

Haryanto, pengepul rajungan di Desa Sukoharjo mengatakan anjloknya harga rajungan sudah 3 minggu ini. Penyebabnya mungkin saja karena pasar ekspor yang sedang lesu.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan