Harga Pangan Penyumbang Inflasi Terbesar di Rembang

Sabtu, 6 Januari 2018 | 17:18 WIB

Grafik inflasi di Kabupaten Rembang, tiga tahun terakhir. (Foto dicetak layar dari laman BPS Kabupaten Rembang di https://rembangkab.bps.go.id/ pada pukul 17.15 Sabtu 6 Januari 2018)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kelompok harga pangan masih menjadi penyumbang terbesar inflasi di Kabupaten Rembang pada bulan Desember 2017.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang Amirudin menyebutkan, inflasi pada bulan Desember di kabupaten ini sebesar 0,58 persen.

“Inflasi pada Desember lalu termasuk moderat. Sebagaimana inflasi sepanjang 2017 yang sebesar 3,3 persen atau moderat karena di bawah lima persen,” katanya kepada mataairradio.

Menurutnya, kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,48 persen.

Kelompok ini memiliki andil terbesar terhadap inflasi karena mayoritas masyarakat di Kabupaten Rembang membelanjakan pendapatannya masih untuk makanan dan minuman.

“Belanja untuk kepentingan perumahan dan lainnya, masih minim,” katanya.

Amirudin merinci, kelompok bahan makanan yang menjadi pemicu inflasi di bulan Desember 2017 di antaranya susu, telur, dan sayuran.

Ia tidak menyebutkan secara detail persentase kontribusi masing-masing. Namun inflasi bagi ketiga jenis harga komoditas tersebut dipicu oleh keterbatasan persediaan.

“Saat musim hujan, produksi telur dari ternak, dan susu dari hewan, terpengaruh oleh suhu dingin. Tanaman sayuran juga kelebihan air sehingga tidak produktif,” katanya.

Kebutuhan pasokan pun dipenuhi dari luar daerah seperti Pati, dan Jawa Timur.

Pihak BPS memperkirakan, laju inflasi diprediksi menurun pada bulan Januari ini, seiring mulai stabilnya harga-harga.

“Prediksi ini juga mengacu pengalaman pada tahun sebelumnya,” terangnya.

Ia juga menyarankan kepada tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kabupaten Rembang berkoordinasi dengan pemegang kebijakan lainnya untuk mengendalikan harga-harga.

Dari catatannya, dalam lima tahun terakhir, inflasi tertinggi terjadi pada tahun 2014, sebesar 7,59 persen. Pemicu utamanya adalah gelaran Pileg dan Pilpres.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan