Harga Krosok Anjlok, Garam Briket Ogah Turun

Sunday, 10 September 2017 | 21:51 WIB

Seorang petani garam memanen komoditasnya di tambak garam Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Selasa (29/8/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 
REMBANG, mataairradio.com – Harga garam krosok di Kabupaten Rembang sudah turun menjadi di angka Rp1.000 per kilogram untuk mutu yang umum putih, sedangkan untuk kualitas pertama Rp1.300-Rp1.400 per kilogram.

Namun harga garam briket yang sempat melambung seiring mahalnya harga garam krosok pada masa awal musim kemarau yang basah, seperti ogah turun. Harga garam briket kemasan satu kilogram masih di harga Rp4.800.

Produsen garam briket UD Apel Merah, Pupon, mengaku belum menurunkan harga karena harga bahan baku produksinya masih terbilang mahal. Memang harga garam lokal sudah turun, tapi untuk menjadi briket butuh biaya.

“Harga garam lokal sini, saya ambil masih Rp1.500-Rp1.600 untuk yang kualitas satu. Tapi, kalau garam lokal tidak bisa langsung produksi karena mesti dicuci dulu. Jadi jatuhnya masih tinggi biaya produksinya,” katanya.

Sementara ini, ia juga mengaku masih menggunakan garam dari Madura dan garam impor dari Australia untuk memproduksi garam briket, sebagai campuran. Harga garam Madura masih Rp2.000, garam impor Australia Rp2.500.

“Kalau garam impor nggak perlu nyuci lagi buat dibikin garam briket. Warnanya sudah putih. Tapi memang butirannya kalah dengan garam lokal kualitas satu yang besar-besar dan utuh,” kata warga Desa Purworejo, Kaliori ini.

Pupon menyebutkan, harga garam briket akan turun pada sekitar bulan Oktober mendatang, ketika produksi garam rakyat sedang banyak-banyaknya. Namun soal harga garam briket jadi di harga berapa, ia tidak menyebutkan.

 
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan