Harga Gula Naik, Petani Tebu Masih Merugi

Kamis, 10 Mei 2018 | 15:41 WIB

Sejumlah buruh tebang sedang menaikkan tebu ke atas truk guna diangkut ke pabrik gula mitra mereka di Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga lelang gula tebu rakyat di pabrik terus naik sejak musim giling berlaku pada tiga pekan yang lalu.

Tokoh petani tebu rakyat di Kabupaten Rembang Maryono menyebutkan, harga lelang gula kini mencapai Rp10.500 per kilogram.

Namun, dengan harga itu, petani tebu disebutnya masih merugi.

Sebab di sisi lain, upah tenaga kerja pada tahun ini juga naik dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, tahun lalu, upah tenaga kerja hanya Rp7.000 per kuintal. Namun tahun ini naik menjadi Rp8.000, bahkan ada yang Rp9.000 per kuintal.

Dari perhitungan para petani tebu, mereka akan bisa menutup seluruh biaya sejak tanam hingga tebang angkut, bila harga lelang gula di pabrik mencapai Rp11.000 per kilogram.

“Kami berharap, harga lelang gula bisa ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram, sebagaimana pada tahun 2013 silam,” katanya.

Para petani tebu di Rembang menduga, tingkat harga lelang gula yang terbilang rendah, akibat dari masih masuknya gula impor.

Mereka berharap, Pemerintah mengendalikan masuknya gula impor, untuk mendongkrak harga gula tebu rakyat.

“Kami ingin duduk bersama dengan pihak Pemerintah guna itung-itungan dengan petani, sekaligus untuk meminta jaminan harga dan ketersediaan Saprotan,” harapnya.

Ia pun berharap, tingkat harga lelang gula akan naik seiring segera datangnya bulan Ramadan yang biasanya direspon dengan kenaikan harga-harga.

Walaupun, Maryono pun memperkirakan, harga lelang gula akan kembali merosot ketika masa Lebaran usai.

Berdasarkan pantauan, petani tebu di Rembang, sudah memasuki pekan ketiga tebang.

Mereka berkirim tebu ke PG Pakis dan Trangkil, Pati.

Namun sebagian ada yang melarikan tebunya ke Jawa Timur.

Luas perkebunan tebu rakyat di Kabupaten Rembang pada 2018 ini mencapai 10.000 hektare, baik yang ditanam dengan kemitraan pabrik maupun yang dipasok ke industri gula merah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan