Harga Garam Awal Musim Tak Sebaik Tahun Lalu

Kamis, 14 Juni 2018 | 14:15 WIB

Petani garam di Desa Tireman Kecamatan Rembang sedang menyiapkan lahan untuk produksi garam. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

KALIORI, mataairradio.com – Harga garam di tingkat petani pada awal musim ini tidak sebaik masa yang sama tahun lalu.

Pada awal musim garam 2017, harga garam bertengger di angka Rp4.000 per kilogram, namun pada 2018 ini, harganya hanya Rp1.600-Rp1.700 per kilogram.

Nawawi, petani garam di Desa Purworejo Kecamatan Kaliori menduga, penyebabnya antara lain order garam dari beberapa pelanggan yang belum jalan.

Menurutnya, garam dari petani di Rembang biasanya dipasok ke Jakarta dan Lampung, selain juga di lokal Rembang.

“Namun saat sekarang, armada angkutan barang belum boleh melintas karena momentum mudik Lebaran,” katanya.

Ia menyebutkan, petani sudah sebulan ini memulai produksi garam. Sebagian di antaranya sudah panen.

Dadiono, petani garam lainnya di Dukuh Caruban Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem juga mengonfirmasi tingkat harga garam yang tidak sebaik pada awal musim tahun lalu.

“Harga garam petani hanya laku Rp1.600-Rp1.700 per kilogram. Memang, harga garam pada awal musim tahun lalu, bisa sampai Rp4.000 per kilogram,” terangnya.

Ia menduga, relarif rendahnya tingkat harga garam di awal musim akibat masih adanya sisa-sisa pasokan garam impor tahun lalu yang beredar di pasaran.

Dadiono menyebutkan pula, petani garam di daerahnya sudah mulai produksi pada sebulan lalu, dan hingga Kamis (14/6/2018) ini sudah 15-an persen petani yang sudah panen.

“Garam panenan anyar tidak sampai disimpan di gudang alias langsung jual, karena petani tidak memiliki simpanan dari produksi tahun lalu,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, petani garam di Desa Tireman Kecamatan Rembang malah baru menyiapkan petak dan mejanan.

Tampak tidak semua petani membuat garam dengan media geoisolator karena masih ada sebagian petani yang produksi garam dengan mejanan langsung tanah.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan