Harga Emas Mahal, Jambret Incar Perhiasan

Rabu, 21 Januari 2015 | 18:52 WIB
Punarti korban penjambretan yang dilakukan seorang pria tak dikenal di bilangan Jalan Slamet Riyadi Kota Rembang, Rabu (21/1/2015) sekitar pukul 08.30 WIB. (Foto;Pujianto)

Punarti korban penjambretan yang dilakukan seorang pria tak dikenal di bilangan Jalan Slamet Riyadi Kota Rembang, Rabu (21/1/2015) sekitar pukul 08.30 WIB. (Foto;Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Dua orang perempuan menjadi korban penjambretan yang dilakukan seorang pria tak dikenal di bilangan Jalan Slamet Riyadi Kota Rembang, Rabu (21/1/2015) sekitar pukul 08.30 WIB.

Seuntai kalung dengan nilai sekitar Rp3,5 juta disendal paksa oleh jambret.

Awalnya Punarti dan ibunya Ngapi, warga Sendangmulyo Kecamatan Bulu hendak pulang dari membeli kalung di toko perhiasan, dekat pintu keluar Pasar Rembang.

Ngapi yang langsung memakai kalung itu, kemudian dibonceng oleh Punarti.

Namun sesampainya di selatan pasar, sebelum Gang Klampis Desa Sumberjo, seorang pria berjaket cokelat, bertubuh gempal, dan mengenakan helm tertutup, beraksi menjambret kalung Ngapi.

“Saya sempat tahu jenis sepeda motor pelaku, Vario. Namun, saya tak mengingat nomor polisinya,” ungkap Punarti.

Sebenarnya, begitu dijambret, Punarti sontak berteriak. Dia juga sempat segera memacu kendaraannya untuk mengejar jambret.

Namun upayanya sia-sia karena Punarti justru terjatuh saat bersimpangan dengan mobil dari arah berlawanan.

Dia bahkan harus mendapat perawatan di klinik karena mengalami luka memar di pergelangan tangan kiri.

“Saya tidak sempat mencurigai ada seseorang yang membuntuti. Yang jelas baru sekitar 100 meter keluar dari pasar, kalung ibu dijambret,” katanya.

Hingga Rabu (21/1/2015) siang, Punarti memilih belum melaporkan penjambretan yang menimpanya kepada polisi. Dia menyatakan enggan berurusan dengan pihak kepolisian.

“Saya iklhaskan saja,” ujarnya.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan mengimbau agar masyarakat tidak mengenakan perhiasan yang mencolok saat bepergian karena bisa mengundang pelaku kejahatan.

Soal hubungan antara mahalnya emas saat sekarang dengan potensi kejahatan, polisi belum memastikannya. Namun masyarakat memang harus waspada di manapun, terhadap aksi kriminalitas.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan