Harga Daging Sapi Turun, Ayam Potong Stabil

Sabtu, 18 Juni 2016 | 14:06 WIB
Pedagang daging ayam di sebuah pasar di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

Pedagang daging ayam di sebuah pasar di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga daging sapi murni di Kabupaten Rembang diketahui turun Rp5.000 sehingga menjadi Rp100.000 per kilogram pada pertengahan Ramadan 1437 Hijriah, tetapi harga daging ayam potong masih stabil tinggi di angka Rp30.000 per kilogram.

Penurunan harga daging sapi murni di Kabupaten Rembang, terungkap dari informasi harga rerata kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) yang dilansir oleh Pos Informasi Pasar dan Perdagangan (PIPP).

Berdasarkan perbandingan informasi harga rerata Kepokmas antara tanggal 8 Juni dengan 15 Juni 2016, harga daging sapi murni turun dari Rp105 ribu per kilogram menjadi Rp100 ribu per kilogram.

Harga telur ayam ras juga turun dari Rp22 ribu menjadi Rp20 ribu, pada kurun waktu yang sama. Begitu pun harga bawang merah yang turun Rp2 ribu dari Rp32 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Namun, harga sayuran seperti tomat dan kubis, naik masing-masing Rp1.000 per kilogram, secara berturut-turut Rp8.000 menjadi Rp9.000 per kilo dan Rp6.000 menjadi Rp7.000 per kilo.

Harga cabai hijau juga naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, sedangkan harga cabai jenis lainnya seperti cabai merah keriting ajek di harga Rp15.000, cabai merah besar Rp28.000, dan cabai rawit Rp10.000 per kilogram.

Sementara itu, penurunan harga daging sapi murni, terpantau tidak serta merta menurunkan harga daging ayam potong, karena di Pasar Lasem misalnya masih di angka Rp30.000 per kilogram.

Begitu pun dengan harga daging ayam kampung yang stabil tinggi di angka Rp75.000 per kilogram dan harga telur ayam kampung yang masih di angka Rp42.000 per kilogram.

“Harga ayam potong Rp30.000 per kilo. Tingkat pembeli biasa saja. Tapi makin dekat Lebaran biasanya harga naik karena lonjakan permintaan. Hari ini 50 kilo daging ayam potong terjual, tapi nanti dekat Lebaran bisa 200 kilo per hari,” ujar Muyasaroh, pedagang di Pasar Lasem, Sabtu (18/6/2016).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan