Harga Beras Melambung, Rembang Perlu Operasi Pasar

Rabu, 20 Desember 2017 | 14:36 WIB

Beras untuk keluarga miskin (raskin). (Foto: portalkbr.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gerakan stabilitas pangan (GSP) dari Bulog diperlukan di Kabupaten Rembang menyusul tingginya harga beras di daerah ini atau mencapai Rp12.000 per kilogram.

Kepala Seksi Komersial Bulog Sub-Divre Pati Hardiansyah mengatakan, GSP di Rembang dijadwalkan pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.

“Sebab, jadwalnya digilir tiap daerah di Regional Pati,” katanya kepada mataairradio.

Sebenarnya, menurut dia, Bulog tidak hanya melakukan gerakan stabilitas pangan guna merespon tingginya harga beras.

Bulog juga menawarkan operasi pasar cadangan beras Pemerintah (OPCBP).

Namun Hardiansyah menyebutkan, pihak Bulog belum menerima surat persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Rembang.

“Surat itu penting sebagai dasar bagi kami untuk menyiapkan kebutuhan operasi pasar,” terangnya.

Pihak Bulog menyatakan, operasi pasar bisa dilakukan, apabila kenaikan harga beras di atas 10 persen.

Sementara harga beras premium, kini tembus Rp12.000 per kilogram, naik Rp4.000 per kilo atau sekitar 50 persen dari September 2017.

Hardiansyah menjelaskan, pada operasi pasar dengan GSP, Bulog menyediakan tidak hanya beras, tapi juga minyak goreng, telur, gula, dan daging.

“Namun stok yang disediakan Bulog tidak banyak,” tandasnya.

Harga beras pada operasi pasar dengan GSP, menurutnya hanya selisih Rp1.000 per kilogram atau seharga Rp11.000 per kilo.

Sementara harga beras pada OPCBP; Rp8.000 per kilo, karena beras medium yang biasa dipakai untuk Rastra.

Ia menegaskan, tidak hanya Kabupaten Rembang yang ditawari OPCBP.

“Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, dan Blora juga sudah ditawari,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga Rabu (20/12/2017) siang, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Edy Handoyo belum merespon permintaan tanggapan mengenai operasi pasar beras.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan