Harga Beras di Rembang Terjun Bebas

Monday, 16 March 2015 | 15:25 WIB
Ilustrasi. (Foto: antarafoto.com)

Ilustrasi. (Foto: antarafoto.com)

 
SUMBER, mataairradio.com – Harga beras di tingkat penggilingan di Kecamatan Sumber dan Kaliori terjun bebas. Padahal, petani belum genap satu bulan panen.

Senin (16/3/2015) pagi, harga beras di penggilingan hanya Rp7.000 per kilogram.

Harga tersebut anjlok Rp2.000 dari sebelumnya. Munawar, seorang petani di Desa Grawan mengaku terpukul oleh anjloknya harga bahan pokok ini.

“Jika harga beras hanya Rp7.000, maka biaya yang dikeluarkan petani tak sepenuhnya tertutup,” katanya.

Dia pun menduga ada permainan harga beras. Pasalnya, hanya dalam waktu sebulan, harga beras yang tinggi berubah remuk.

“Jika harga beras di angka Rp8.000, petani masih untung. Kami berharap Pemerintah mengendalikan harga beras agar tidak terus terpuruk,” tandasnya.

Sumijan, petani lainnya di Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori menganggap Pemerintah kurang peduli sehingga harga beras jatuh.

“Harga pembelian beras yang telah ditetapkan pemerintah seperti tak ada gunanya,” katanya.

Mestinya, Pemerintah melindungi petani dengan mengendalikan harga beras saat panen.

“Biaya sejak tanam hingga panen, tidak tertutup, jika harga beras hanya Rp7.000. Apalagi demi produktivitas panen yang melimpah, petani telah melakukan berbagai upaya,” tegasnya.

Jika harga beras terus anjlok, petani akan terjebak hutang. Menurutnya, sebagian petani rata-rata meminjam modal dari bank untuk mengolah lahan hingga panen.

“Kebanyakan mereka berjanji membayar saat panen tiba, sehingga petani kesusahan membayar, apabila harga beras rendah,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin pernah menyebutkan, HPP beras tahun 2015 ditetapkan Rp7.260 per kilogram.

“HPP ini naik 10 persen dari penetapan 2014 yang hanya Rp6.600,” katanya.

Terkait penurunan harga beras yang drastis, belum ada langkah nyata dari Pemerintah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan