Harga Bahan Pokok Jelang Imlek di Rembang Stabil

Wednesday, 25 January 2017 | 16:51 WIB

Harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Rembang pada menjelang perayaan tahun baru Imlek 2568 masih terpantau stabil, Rabu (25/1/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Rembang pada menjelang perayaan tahun baru Imlek 2568 masih terpantau stabil, Rabu (25/1/2017).

Juari, seorang pedagang sembako di Pasar Rembang menyebutkan, harga bahan pokok seperti minyak goreng, gula, telur, termasuk komoditas cabai, tidak mengalami pelonjakan.

Menurutnya, harga minyak goreng kemasan masih ajek Rp13.000 per liter, gula Rp13.000 per kilogram, telur ayam ras Rp18.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp55.000 per kilogram.

“Harga cabai merah keriting juga masih sama dengan beberapa hari yang lalu; Rp45.000 per kilogram. Harga tomat ajek Rp3.000 per kilogram dan bawah merah ukuran sedang Rp22.000 per kilogram,” katanya.

Informasi harga rata-rata kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Rembang yang dilansir oleh Pos Informasi Pasar dan Perdagangan (PIPP) pada 25 Januari 2017, juga mengungkap data yang nyaris sama.

Harga beras jenis IR64 premium Rp10.000 per kilogram, sedangkan IR64 medium Rp9.000 per kilogram. Minyak goreng curah Rp12.000 per kilogram, daging sapi Rp105.000 per kilogram, dan daging ayam potong Rp28.000 per kilogram.

Harga daging ayam kampung Rp65.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp42.000 per kilogram, tepung terigu di kisaran Rp7.500-Rp10.000 per kilogram, dan bawang putih Rp34.000 per kilogram.

Menurut Juari, pasokan berbagai bahan kebutuhan pokok yang relatif stabil membuat tingkat harga cenderung normal. Tingkat transaksi pasar pun, cenderung biasa alias tidak ada lonjakan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan