Hanya Perlu 5-8 Detik Maling Di Rembang Gasak Motor

Selasa, 4 Februari 2020 | 10:50 WIB

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto sewaktu konferensi pers di Mapolres Rembang, Selasa (4/2/2019). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio. com – Masyarakat Rembang diimbau waspada terhadap pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang akhir-akhir ini marak terjadi. Pasalnya keahlian pelaku curanmor semakin meningkat. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto dalam konferensi pers pada Selasa (4/2/2019) pagi tepatnya pukul 08.00 waktu setempat di Mapolres Rembang.

Dolly menyatakan awalnya dua pelaku yaitu WY (22) warga Rembang dan IK (24) warga Kecamatan Tayu Kabupaten Pati mencuri dua buah LPD 3 kilogram di sebuah warung milik SF yang berada di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke. Kejadian tersebut terjadi tangal 23 Januari 2020 pukul 22.00 waktu setempat. Karena ketahuan akhirnya kedua pelaku tertangkap.

Setelah diperiksa oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa WY yang merupakan residivis penggelapan juga menggasak delapan unit sepeda motor di tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda di wilayah Rembang, rata-rata sekitar pemukiman ketika pemilik kendaraan memarkirnya di teras rumah. Untungnya setelah ditelusuri delapan sepeda motor tersebut bisa didapatkan kembali oleh pihak kepolisian.

“Ya ada delapan unit motor yang di gasak, salah satunya bahkan di depan masjid Pamotan,” ungkap Kapolres.

Modus yang digunakan saat menggasak motor, yaitu berkeliling sekitar pemukiman warga, dan saat melihat ada motor yang sekiranya diparkir depan rumah dan dalam keadaan sepi, pelaku melancarkan aksinya. hanya butuh 5-8 detik untuk menggasak motor tersebut, dengan merusak kunci motor menggunakan kunci palsu.

Aksi yang dilakukan dua tersangka ini dimulai sejak Oktober 2019 hingga Januari 2020, dari pengakuan tersangka uang hasil penjualan barang curian tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bukan menit lagi Mas untuk waktu yang diperlukan, tapi hanya beberapa detik saja, memang makin canggih,” pungkas Kapolres.

Dari perbuatan tersebut, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Saat ditanya awak media, pelaku mengaku yang sebelumnya berprofesi sebagai kuli bangunan dan karyawan swasta ini mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan