Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Anggota DPRD Rembang

Jumat, 12 Juni 2015 | 18:28 WIB
Persidangan  praperadilan yang diajukan Anggota DPRD Rembang Muhammad Nurhasan atas penetapannya sebagai tersangka korupsi. (Foto: Pujianto)

Persidangan praperadilan yang diajukan Anggota DPRD Rembang Muhammad Nurhasan atas penetapannya sebagai tersangka korupsi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Hakim tunggal Rubianti memutuskan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Anggota DPRD Rembang Muhammad Nurhasan atas penetapannya sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Negeri setempat.

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Rembang, Jumat (12/6/2015) siang. Menurut Hakim, penetapan Nurhasan sebagai tersangka sudah sah karena disertai bukti yang cukup.

Bukti itu di antaranya keterangan dari Kasubag Kesra Setda Rembang Arif Romadlon dan Camat Sedan Wahyoe Oetomo yang mengaku dihubungi Nurhasan untuk memperlancar proposal dana hibah.

Karena kalah, maka Pengadilan memutuskan, pihak Nurhasan wajib membayar biaya perkara Rp5.000. Usai putusan tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Eko Yuristianto mengaku bersyukur.

“Setelah putusan ini, kami akan bergerak cepat menangkap Nurhasan,” katanya.

Persidangan yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Rembang dihadiri oleh pihak Nurhasan dan pihak Kejaksaan. Beberapa warga yang disinyalir sebagai pendukung Nurhasan tampak pula hadir.

Ummy Qoyyimah, kolega Nurhasan yang juga tersangka tetapi tidak ditahan di rutan pun, terlihat datang.

Sidang berlangsung selama setengah jam sejak pukul 10.45 WIB. Kuasa Hukum Nurhasan Andreas Haryanto mengaku tak puas oleh putusan Hakim atas gugatan yang diajukan kliennya.

Dia masih bersikukuh, apa yang dilakukan kejaksaan dengan menetapkan Nurhasan sebagai tersangka, adalah khilaf.

“Alat bukti yang diserahkan Kejaksaan kepada Pengadilan, adalah alat bukti untuk tersangka lain, bukan untuk klien kami. Bukti penyitaan yang diserahkan oleh Kejaksaan kepada Pengadilan mestinya untuk kepentingan tersangka Ummy Qoyyimah,” tandasnya.

Dia mengaku akan berbicara ke Nurhasan terkait hal ini. Soal langkah hukum berikutnya, dia tidak berani memastikan, karena hanya mendampingi sampai pada akhir praperadilan.

Sementara itu, di luar ruang sidang, Kepala Kejaksaan Negeri Rembang I Wayan Eka Putra tampak memantau bersama jajaran lain di Kejari. Dia tak mau memberi keterangan apapun dan memilih segera berlalu dari halaman Pengadilan Negeri Rembang.

Kejaksaan Negeri Rembang sebelumnya menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah yang dikucurkan melalui APBD 2013. Para tersangka itu adalah Salimun, M Ali Maksum, M Solikul Anwar, Ummy Qoyyimah, Abdullah, dan Muhammad Nurhasan.

Hanya tiga orang yang ditahan di Rutan Rembang, yakni Salimun, Ali Maksum, dan Solikul Anwar. Sementara Ummy Qoyyimah dan Abdullah tidak ditahan rutan, tetapi tahanan kota. Adapun Nurhasan belum sekalipun diperiksa. Dia justru menggugat Kejaksaan karena tak terima ditetapkan sebagai tersangka.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan