Hafidz Ternyata Temui Ganjar Setelah Salim Ditahan

Jumat, 21 Maret 2014 | 17:36 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mendampingi Jokowi yang berkunjung di kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri di Leteh Rembang, Kamis (20/3) malam. (Foto:Wahyu)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mendampingi Jokowi yang berkunjung di kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri di Leteh Rembang, Kamis (20/3) malam. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net – Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz ternyata beberapa kali menemui Gubernur Jawa Tengah terkait statusnya setelah Bupati Mochammad Salim ditahan. Namun pertemuan dilakukan tidak secara tertutup, tetapi ditempuh secara terbuka di beberapa kali rapat koordinasi Gubernur dengan Kepala Daerah.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela-sela mendampingi Jokowi yang berkunjung di kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri di Leteh Rembang, Kamis (20/3) malam. Ganjar menyebut wajar apa yang dilakukan Hafidz. Menurut Gubernur, Hafidz menanyakan secara lebih dekat tentang persoalan administrasi setelah Salim mulai disidangkan karena terbelit kasus dugaan korupsi.

Saat itu Ganjar mengaku langsung meminta Wakil Bupati Rembang untuk segera mengurus pengiriman surat kepada Gubernur. Begitu surat usulan terkait penggantian sementara Bupati diterimanya, Ganjar mengaku segera memprosesnya.

Gubernur yang dilantik 23 Agustus 2013 itu menyatakan, setelah Salim ditahan dan kini menjadi terdakwa, komunikasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Rembang, tetap berjalan. Soal proses hukum yang membelit Salim, Ganjar memilih menyerahkannya kepada Pengadilan.

Sementara mengenai penggantian sementara Mochammad Salim dari jabatan Bupati Rembang, Gubernur sudah meneken surat yang mengusulkan pengangkatan Abdul Hafidz sebagai pengganti Bupati. Dia menyebut Hafidz sudah secara resmi sementara menggantikan Salim sebagai Bupati.

Soal penggantian Bupati secara tetap, Ganjar menegaskan, harus menunggu incracht atau putusan hukum berkekuatan tetap. Saat ini Salim yang diadili di Pengadilan Tipikor Semarang, belum akan segera menerima vonis dari Majelis Hakim, karena persidangan baru menghadirkan para saksi.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga merespon aksi mendukung pembebasan Bupati Mochammad Salim yang dilakukan oleh sejumlah PNS, bahkan pejabat Pemkab Rembang. Gubernur meminta PNS agar fokus saja pada pelayanan masyarakat. Menurutnya, mendukung boleh saja sebagai bentuk solidaritas, namun jika sampai meninggalkan pekerjaan demi urusan yang tidak penting seperti itu, disesalkan.

Sebelumnya, pada 19 Maret 2014, Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah bersama Lespem Rembang juga melaporkan penyalahgunaan fasilitas negara oleh Pejabat PNS Rembang dalam sidang Bupati Salim. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan