Sosialisasi UU ASN, Hafidz Mengadu Kepada BKN

Rabu, 14 Mei 2014 | 16:30 WIB
Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz memanfaatkan momen sosialisasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (14/5) pagi, untuk mengadu kepada pejabat perwakilan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Selain mencurahkan isi hati berkaitan dengan tudingan miring seputar honorer kategori dua, Hafidz juga mengeluhkan keterbatasan tenaga teknis di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Rembang.

Menurutnya, tuntutan Pemerintah terhadap pemenuhan standar kualitas pelayanan dasar, tidak diimbangi dengan dukungan infrastruktur, sarana prasana, serta sumber daya manusia. Sementara masyarakat pun dianggap semakin cerdas melihat PNS sebagai pelayan mereka.

Hafidz menyebut keterbatasan tenaga teknis itu dijumpai pada sejumlah Puskesmas di Kabupaten Rembang. Dia mengungkapkan, beberapa puskesmas kekurangan tenaga sopir. Bahkan ada yang sampai karena ketiadaan sopir, dokter di puskesmas setempat yang berlaku sebagai pengemudi.

Sebenarnya, pemenuhan atas kekurangan itu sudah pernah dilakukan dengan mengangkat tenaga harian lepas. Namun hal itu dipersoalkan karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengangkat tenaga kontrak pun dilarang karena terganjal aturan.

Di hadapan pejabat perwakilan dari BKN, Hafidz berharap agar Pemerintah Pusat memberikan jawaban solusi. Sebab, pemenuhannya hanya tinggal bergantung pada rekrutmen PNS. Sementara belum ada lampu hijau pengadaan dari Pusat.

Pada sosialiasi Undang-Undang tentang ASN di Rembang, kinerja PNS menjadi sorotan. Pemerintah berharap, dengan perubahan batas usia pensiun yang diperpanjang, tidak mengganggu semangat pegawai dalam bekerja.

Dalam hal ini, Hafidz berharap kepada PNS yang sebentar lagi pensiun, agar menunjukkan semangat pengabdiannya, sebagaimana karyawan di perusahaan swasta yang berada di ujung masa kontrak. (Pujianto)




2 comments
  1. bima

    Mei 14, 2014 at 4:54 pm

    Kapid ini aneh!!! sudahlah tidak usah banyak bacot!!!! lha tahu kalo SDM daerah kurang kok ijin mutasi luar daerah begitu mudahnya asal ada uang di meja 20-30an juta??? tolong Kapid dan BKD jelaskan sudah brapa PNS rembang yang mutasi luar daerah semenjak tahun 2009 saja!!! termasuk mereka yang kemaren beli 100juta itu kan sudah banyak yang pindah!

    Reply
  2. edo slentem

    Mei 15, 2014 at 6:38 pm

    betul skali.kapid yg seolah baik tp sbnr e sm2 BAJINGAN e.gt kok bsk mau nyalon bupati.jgn pilih orang satu ini,sm2 bobroknya..
    tau kl salim sdh non aktip,kapid tdk jg mengambil aset2 negara yg d gunakan salim,trmsk ajudan d penjagaan satpol d rumah pribadi salim

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan