Hafidz Klaim Anggaran Mencair Sebelum Akhir Jabatan

Selasa, 14 Juli 2015 | 16:56 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengklaim penyerapan anggaran akan mulai mencair sebelum akhir masa jabatannya 20 Juli nanti. Hafidz menyebut badai persoalan hukum yang menghantam jajarannya, sudah mulai mereda.

Kepada para jurnalis Senin (14/7/2015) petang, Bupati bahkan mengaku sudah mengisi semua kekosongan jabatan di Dinas Pekerjaan Umum yang ditinggal karena pejabatnya ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah karena disangka korupsi. Gambar kegiatan dan rencana anggaran sudah diitung dan tinggal aksi.

“Sebelum Lebaran ini, anggaran sudah akan mulai terserap,” tegasnya.

Hafidz mengakui, penyerapan anggaran akan berlangsung secara bertahap karena pekerjaan membutuhkan peninjauan lokasi sebagai dasar menyusun RAB dan kontrak.

“Kami meminta kepada SKPD terkait agar melihat secara seksama kontrak pekerjaan, apakah harus dilelang atau swakelola,” ujarnya.

Bupati mengklaim menyerahkan pengelolaan pekerjaan secara sepenuhnya kepada dinas terkait, tanpa intervensinya. Tentang segala isu yang berkembang terkait ketakutan menjalankan proyek karena adanya fee atau potongan, Hafidz membantah.

“Fokusnya sekarang adalah menjalankan roda pembangunan,” tandasnya.

Menurut Hafidz, ada anggaran pembangunan sebesar Rp430 miliar yang belum berjalan. Jika tak segera terserap, dia mengakui dana perimbangan seperti dana alokasi umum (DAU) tahun depan akan dipangkas.

“Sementara dana alokasi khusus dari Pusat akan ditarik lagi dan alokasi tahun depan dikurangi,” tambahnya.

Bupati pun menyebut ada dana Rp46 miliar yang sedianya disiapkan sebagai hibah kepada kelompok masyarakat, tak bisa dicairkan. Alasannya, aturan baru mensyaratkan, penerima hibah haruslah lembaga berbadan hukum nasional.

“Sementara takmir masjid atau musala di Rembang hampir semua tak memiliki badan hukum nasional,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan