Hadapi Musim Hujan, PMI Gelar Latgap

Senin, 24 Desember 2018 | 16:35 WIB

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang menggelar pendidikan dasar (Diksar) dan latihan gabungan (Latgab) antara Korps Suka Rela (KSR) dan siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) di Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur, Ahad (23/12/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

PANCUR, mataairradio.com – Menghadapi musim hujan yang identik dengan banjir dan tanah longsor sehingga mengakibatkan banyak kerugian, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang menggelar pendidikan dasar (Diksar) dan latihan gabungan (Latgab) antara Korps Suka Rela (KSR) dan siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat).

Edhy Murwanto Wakil Ketua Bidang Bencana dan SDM pada PMI Rembang menyatakan kegiatan ini digelar di Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur. Pemilihan tempat tersebut bermaksud untuk membekali masyarakat tentang siaga bencana.

Karena Desa Trenggulunan dan sekitar masuk dalam area perbukitan dan kontur tanahnya kategori rawan banjir dan longsor. Sehingga masyarakat perlu pengetahuan tentang penyelamatan dini.

Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta ini juga melakukan simulasi pertolongan pertama jika ada musibah misalnya menolong orang yang jatuh di tebing dengan tali-temali.

“Acara berlangsung dua hari sejak Ahad (23/12/2018) kemarin sampai Senin (24/12/2018) sore di rumah salah satu anggota Sibat Trenggulunan,” ungkapnya.

Edhy menambahkan bahwa materi yang diberikan bermacam-macam misalnya kepalangmerahan, assesment, pertolongan pertama, penanganan bencana longsor dan banjir, serta vertical resque.

Selain itu ada identifikasi korban bencana misal warna hitam berarti meninggal dunia, warna merah luka parah, warna kuning luka ringan dan warna hijau berarti selamat.

Kedepan rencananya pihak PMI Rembang akan membentuk Sibat dibeberapa wilayah yang dianggap rawan bencana khususnya banjir dan longsor karena memasuki musim hujan.

Disinggung soal kabar bencana tsunami di selat Sunda kemarin, Edhy masih menunggu perintah pimpinan. Jika dibutuhkan maka pihaknya akan memberangkatkan relawan ke lokasi bencana.

“Kita ikut berduka cita atas bencana tersebut, kalau ada perintah kita berangkatkan relawan,” pungkasnya.

Shofi Ahmad Husnan salah satu peserta mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menjadi tahu tentang siaga bencana dan juga pertolongan pertaa jika terjadi musibah.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan