Gus Yaqut: Indonesia Layak Jadi Inspirasi Perdamaian Global

Minggu, 30 September 2018 | 00:28 WIB

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan sambutan di acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Mu’adalah, di Rembang, Sabtu, (29/9/2018). (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menilai Indonesia sangat layak menjadi inspirasi bagi masyarakat internasional.

Hal itu didasari keberhasilannya dalam menciptakan kerukunan dan perdamaian di tengah kemajemukan di dalamnya.

Menurut Yaqut, dengan pondasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia mampu merekatkan beragam perbedaan dan menjadikan kebhinekaan itu menjadi kekuatan bangsa.

Sejak Kemerdekaan RI 73 tahun silam, lanjut dia, Indonesia mampu berdiri kokoh. Bangsa Indonesia terbukti mampu meredam berbagai upaya berbagai pihak yang akan memecah belah persatuan.

Optimisme Yaqut tersebut disampaikan dalam acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Mu’adalah, di Rembang, Sabtu, (29/9/2018).

“Tidak banyak negara-negara di dunia yang dikaruniai perdamaian seperti di Indonesia. Konflik yang melanda sejumlah negara Timur Tengah menjadi salah satu contoh jelas, betapa rasa perdamaian sangat mahal. Dari sisi keberagaman suku, agama, ras maupun budaya, negara-negara yang tengah dilanda konflik tersebut juga tidak sebanding dengan Indonesia,” tandas Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Gus Yaqut mengaku prihatin atas kemelut yang melanda negara-negara lain, khususnya dunia Islam. Konflik dengan beragam faktor yang melatarbelakangi mestinya bisa diakhiri jika semua pihak menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan dan kemanusiaan. Prinsip ini penting karena pada hakikatnya semua umat manusia diciptakan dengan kodrat berbeda-beda. Komitmen untuk menjalankan prinsip dasar perbedaan atau kemajemukan inilah yang tidak mudah.

Meski demikian, ungkap Gus Yaqut, Indonesia mampu membuktikan hidup dengan kemajemukan. Hal ini tak lain karena Indonesia sangat menjunjung tinggi persamaan hak dan kebhinekaan yang terangkum dalam Pancasila.

“Kekuatan bangsa ini terjadi karena diikat persatuan berbagai anak bangsa, bukan hanya penganut agama atau golongan tertentu,” jelasnya.

Gus Yaqut menambahkan, meskipun berbeda-beda suku, etnis, agama, bahasa, budaya, maupun selera, hakikatnya rakyat Indonesia mempunyai lebih banyak kesamaan. Prinsip-prinsip inilah yang bisa diduplikasikan untuk dikampanyekan ke dunia internasional.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan