Gus Tutut Pertimbangkan Maju di Pilkada 2015

Senin, 30 Maret 2015 | 16:40 WIB
Mantan Wakil Bupati Rembang Yaqut Cholil Qoumas. (Foto:Pujianto)

Mantan Wakil Bupati Rembang Yaqut Cholil Qoumas. (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Mantan Wakil Bupati Rembang Yaqut Cholil Qoumas mempertimbangkan maju di Pilkada 2015. Itu setelah namanya ada di bursa bakal calon Bupati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ditemui di sela kunjungannya sebagai Anggota Komisi III DPR RI di Rembang, Gus Tutut, sapaan akrab Yaqut Cholil mengaku harus siap tampil di Pilkada jika memang PKB menugaskannya.

“Sejauh ini belum ada instruksi dari partai untuk maju karena PKB masih dalam proses penjaringan,” ungkapnya.

Namun secara informal, dirinya sudah diminta agar ikut mendaftar sebagai bakal calon bupati dari PKB. Lalu sudahkah dia bersiap? Baginya tidak perlu ada persiapan jika parpol pengusungnya sudah jelas.

“Apalagi Pilkada masih lama. Saya yakin masyarakat sudah cerdas memilih pemimpin yang baik. Nggak perlu masang banner banyak-banyak dan ngomong sampai berbusa-busa,” tandasnya.

Disinggung mengenai alasan perlu mempertimbangkan maju Pilkada, Yaqut menyebut Rembang sudah lama terpuruk. Pejabat demi pejabat, sudah masuk penjara karena kasus korupsi. Mulai dari Bupati Non-aktif Mochammad Salim hingga sejumlah kepala dinas di Rembang.

“Yang terbaru, Kejaksaan (Tinggi Jawa Tengah) pun sedang melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum Rembang,” bebernya.

Dia menilai, apabila ingin baik di segala bidang, Rembang perlu dipimpin oleh seorang yang visioner alias yang memiliki visi dan melakukannya.

“Rembang mestinya tidak dipimpin oleh seorang yang tahunya hanya disposisi dan pengaturan proyek,” tegasnya.

Ditambahkannya pula, jika jadi maju Pilkada, perannya sebagai Anggota Komisi III DPR tidak akan terganggu, tetapi memang harus cuti sementara.

Sementara itu, dalam kunjungannya di Rembang, Yaqut Cholil mendatangi Kejaksaan Negeri dan Polres Rembang. Dia mendesak aparat penegak hukum agar menuntaskan penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi di kabupaten ini.

“Contohnya kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit yang mandek. Mestinya kepolisian dan kejaksaan menjelaskan kepada masyarakat bagaimana perkembangannya. Apakah tidak cukup bukti atau kasusnya sedang dimainkan (oleh oknum aparat penegak hukum),” katanya.

Hasil kunjungannya ini akan dilaporkan kepada pimpinan di Komisi III DPR untuk ditindaklanjuti secara lebih utuh. Dia menyatakan, serangkaian kasus di Rembang menjadi pergunjingan hangat di kalangan anggota dewan di Jakarta.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan