Gus Mus Ingatkan Persatuan Indonesia di Pilpres

Rabu, 25 Juni 2014 | 17:14 WIB
Gus Mus saat menjadi pembicara di acara pengajian dan doa yang digelar KPU Kabupaten Rembang di Halaman Kantor KPU setempat, Rabu (25/6) siang. (Foto:Pujianto)

Gus Mus saat menjadi pembicara di acara pengajian dan doa yang digelar KPU Kabupaten Rembang di Halaman Kantor KPU setempat, Rabu (25/6) siang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Ulama ternama KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengingatkan kepada seluruh warga negara mengenai pentingnya menjaga persatuan Indonesia di Pilpres 2014. Pesan tersebut disampaikan Gus Mus saat menjadi pembicara di acara pengajian dan doa yang digelar KPU Kabupaten Rembang di Halaman Kantor KPU setempat, Rabu (25/6) siang.

Rais Am PBNU ini mengaku melihat tontonan di media sosial termasuk di televisi menjelang Pilpres ini, sudah tampak seperti perang. Meski demikian, Gus Mus yakin bangsa ini sudah mendarah daging meresapi Pancasila.

Menurut Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh Rembang itu, bangsa ini sudah berpengalaman menyelenggarakan Pemilu berkali-kali. Pengalaman ini pun diyakininya tak akan menghilangkan akal dan persaudaraan serta persatuan Indonesia hanya gara-gara Pilpres.

Gus Mus juga menyindir aksi sebagian pendukung pasangan capres-cawapres yang saling menjelekkan satu dengan yang lainnya. Mestinya, mereka berlomba menampilkan apa yang terbaik dari pasangan yang didukungnya, tanpa harus menjelek-jelekkan pasangan yang lain.

Ibarat pasangan suami-istri, menurut Gus Mus, seorang suami lumrah memuji istrinya, selagi tidak diikuti dengan cemoohan terhadap istri orang lain. Jika sudah saling mencemooh, permusuhan akan tersulut dan perpecahan pun terjadi.

Gus Mus menuturkan, kedua calon presiden maupun tokoh pendukung dari masing-masing capres, telah bertandang ke kediamannya, di kompleks Pesantren Raudlatut Thalibien. Kedua pihak hanya membicarakan satu hal, yakni bagaimana membangun Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.

Di ujung tausiahnya, Gus Mus mengingatkan pula bahwa keputusan akhir mengenai pasangan yang terpilih untuk memimpin Indonesia pada lima tahun ke depan, ada di tangan Tuhan Yang Maha Berkehendak.

Oleh karena itu, sejak dini, mestinya para pendukung yakin dengan kuasa Tuhan, agar semua pihak tetap bisa legawa dengan hasil Pilpres nanti. Gus Mus menegaskan, semua calon dan pemilihnya adalah warga negara satu bangsa; Indonesia. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan