Gus Mus: Dialog Sarana Mencegah dan Menyelesaikan Konflik

Minggu, 30 Maret 2014 | 18:03 WIB
Diskusi bertajuk "Syariat; Antara Alqur'an, Fikih, dan Tarikh" di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Sabtu (29/3) sore. (Foto:Wahyu)

Diskusi bertajuk “Syariat; Antara Alqur’an, Fikih, dan Tarikh” di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Sabtu (29/3) sore. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net –  Sejumlah ulama dan cendekiawan muda muslim di Indonesia berkumpul di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Sabtu (29/3) sore. Mereka terlibat dalam diskusi bertajuk “Syariat; Antara Alqur’an, Fikih, dan Tarikh”. Selain tokoh ulama ternama, sejumlah tokoh Islam di Rembang juga tampak mengikuti jalannya diskusi tersebut.

Kyai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, dalam pengantarnya mengatakan, sebagai tuan rumah pihaknya menyampaikan terimakasih atas kehadiran semua tamu, terutama kepada Doktor Ali Mabruk dari Cairo University, Kyai Haji Abdul Ghofur Maimun, dan seluruh peserta diskusi.

Tampak pula dalam diskusi ini Kyai Haji Husain Muhammad Cirebon, Kyai Haji Yahya Cholil Staquf Katib PBNU, dan Ulil Abshor Abdalla. Diskusi berlangsung dengan menggunakan bahasa arab dan dimoderatori oleh Ahmad Nadlif dari Kajen Pati. Gus Mus berharap, diskusi tersebut bisa memberikan manfaat.

Menurut Gus Mus, Mesir merupakan negara yang memiliki peranan penting sepanjang sejarah dan saat ini sedang diuji dengan adanya pertiakaian politik yang pahit. Gus Mus pun menyampaikan simpatinya melalui Doktor Ali Mabruk.

Dalam kesempatan itu, Gus Mus berharap dan berdoa agar kisruh yang terjadi di Mesir, Syria, dan negeri lain segera usai. Gus Mus mendoakan serta sudara-saudara yang tengah menghadapi konflik di negaranya, agar senantiasa diberikan keselamatan.

Pertikaian politik, seperti yang terjadi di beberapa negara saat ini,  selalu mengarah pada perselisihan dalam hal pemahaman agama. Melihat fenomena itu, Gus Mus mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog maupun diskusi, tidak hanya untuk Mesir saja, tetapi untuk semua negeri.

Sementara itu Katib PBNU KH Yahya Cholil Staquf menambahkan, kedatangan Doktor Ali Mabruk ke Indonesia melalui forum tersebut, diharapkan mampu memberikan pemahaman serta landasan yang konstruktif untuk berbagi informasi. (Wahyu Salvana)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan