Gus Mus Ingatkan Islam itu untuk Kemanusiaan

Friday, 24 November 2017 | 04:11 WIB

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyampaikan sambutan pembukaan halaqah “Islam untuk Kemanusiaan” yang digelar guna peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Haul Masyayikh Pesantren Raudlatut Thalibin, Kamis (23/11/2017) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengingatkan bahwa Islam itu untuk manusia dan kemanusiaan.

Peringatan itu, menurut Gus Mus, lantaran akhir-akhir ini Islam yang mestinya untuk manusia mulai diciutkan maknanya. Seolah Islam itu seperti organisasi kemasyarakatan atau Ormas atau malah organisasi politik.

“Akhir-akhir ini, Islam itu mulai diciutkan maknanya. Akhir-akhir malah Islam itu dianggap seperti Ormas atau Orpol. Begitu bisa takbir bisa masuk Orpol Islam. Ini perlu kita bahas,” ujar Gus Mus.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjelaskan tema halaqah “Islam untuk Kemanusiaan” yang digelar guna peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Haul Masyayikh Pesantren Raudlatut Thalibin, Kamis (23/11/2017) malam.

“Islam untuk kemanusiaan; semua orang sudah tahu, tetapi kenapa dibahas. Karena ini termasuk ghorib (langka, red.). Islam untuk manusia. Bukan untuk Allah,” terangnya pada sambutan pembukaan halaqah.

Ulama karismatik ini juga menjelaskan, karena Islam untuk manusia, maka penting seorang manusia mengenal Allah apabila ingin menyintai. Jangan sampai menyintai Allah, tetapi tidak kenal dengan apa yang dicintai-Nya.

“Orang mau nyium hajar aswad, tapi kok dengan sikut kanan dan sikut kiri. Padahal menciumnya sunnah. Ini bagaimana. Pengin nyenengke Gusti Allah, tapi nggak kenal Gusti Allah. Ibarat sedekah, tapi pakai uang hasil korupsi,” paparnya.

Halaqah ini menghadirkan Abu Yazid M (Pengurus Pusat Rijalul Ansor) dari Malang, Nadhief Abdul Mujib (tokoh pesantren) dari Pati, dan Abdul Gaffar Karim (Pengamat Sosial Politik) dari Universitas Gajah Mada, sebagai narasumber.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan