Guru SD Resah Pengurusan PAK Dipungut Biaya

Rabu, 22 Juni 2016 | 14:44 WIB
Cetak layar SMS dari salah seorang guru SD perihal pungutan sebesar Rp600 ribu guna proses pengurusan PAK guna kenaikan pangkat tahunan, yang diterima mataairradio, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Cetak layar SMS dari salah seorang guru SD perihal pungutan sebesar Rp600 ribu guna proses pengurusan PAK guna kenaikan pangkat tahunan, yang diterima mataairradio, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sale diminta untuk membayar uang sebesar Rp600.000 per orang untuk proses menuju pengajuan kenaikan pangkat tahunan.

Berdasarkan keterangan seorang guru yang enggan diungkap namanya, permintaan uang Rp600.000 itu dilakukan melalui layanan pesan singkat atau SMS kepada masing-masing guru.

Isinya berisi imbauan agar uang untuk pengurusan penetapan angka kredit atau PAK tahunan guna proses kenaikan pangkat sebesar Rp600 ribu diserahkan kepada masing-masing kepala sekolah paling lambat Rabu (15/6/2016) lalu.

Sumber terpercaya itu lantas memperbandingkan besarnya tarikan uang untuk pengurusan PAK tahun lalu yang “hanya” Rp200.000. Ia meyakini kutipan itu merupakan perintah dari UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sale.

Sumber guru lainnya di sekolah lainnya di Kecamatan Sale juga mengaku mendengar informasi sebagian guru telah menyerahkan uang Rp600 ribu kepada satgas yang dipasrahi mengurus PAK, tetapi dirinya belum mampu membayar tarikan sebesar itu.

“Itu untuk Satgas pengurus PAK. Saya belum bayar dan belum tahu berapa biaya yang pasti dibayarkan. Tetapi memang kata-katanya Rp600 ribu untuk keperluan seperti fotokopi dan penjilidan berkas oleh satgas,” bebernya.

Kepala SD Negeri 1 Sale, Zainudin kepada wartawan mengakui, masing-masing guru pengaju PAK tahunan di sekolahnya mengeluarkan biaya Rp600 ribu, yang akan digunakan untuk keperluan penyiapan berkas.

“Tapi uang sebanyak itu bisa sisa dan kalau sisa akan kita kembalikan. Pengeluaran biaya itu otoritas sekolah. Waktu untuk mempersiapkan berkas PAK pendek, sehingga harus dikerjakan secara instan. Uang itu untuk fotokopi, lembur, dan pengetikan,” bebernya.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sale Najih membantah telah memerintahkan guru yang mengurus PAK kenaikan pangkat membayar uang dalam jumlah tertentu.

“Nggak ada instruksi seperti itu (menarik sejumlah tertentu uang guna pengurus PAK kenaikan pangkat). Saya sungguh tidak tahu menahu soal tarikan itu,” ujarnya meyakinkan kepada wartawan.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Widhi Sanyoto mengatakan tidak ada kewajiban bagi guru yang mengajukan PAK kenaikan pangkat membayar uang atau biaya administrasi.

“Proses PAK tidak dipungut biaya. Sebab kenaikan pangkat merupakan hak guru yang memenuhi syarat, antara lain memenuhi jumlah angka kredit tertentu. Tapi terima kasih, informasi ini akan kami jadikan bahan rapat saat pertemuan paguyuban Kepala UPT pada Kamis (23/6/2016) ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para guru yang kini sedang menyiapkan berkas penetapan angka kredit adalah untuk kenaikan pangkat tahunan pada tahun depan atau 2017, sedangkan tenggat waktu masuknya berkas PAK ke Dinas Pendidikan adalah 1 Juli mendatang.

“Kalau untuk kenaikan pangkat Oktober mendatang, berkasnya sudah kita ajukan pada 2 Juni lalu. Ada 17 guru TK/SD yang kita ajukan proses guna kenaikan pangkatnya. Kalau untuk kenaikan pangkat April 2016, ada 255 guru yang mayoritas juga dari TK/SD,” sebutnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan